TARAKAN, ALINEA62– Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, mengajak warga Lumajang yang bermukim di Kota Tarakan untuk terus menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pesan tersebut disampaikan Supa’ad saat menghadiri kegiatan silaturahmi Paguyuban Lumajang di Gang Jati RT 27, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (31/5/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Supa’ad menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota paguyuban yang selama ini terus menjaga hubungan kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota paguyuban serta tuan rumah yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk hadir dan bersilaturahmi bersama bapak dan ibu sekalian,” ujar Supa’ad.
Pada kesempatan tersebut, Ketua NasDem Kaltara itu juga memperkenalkan kanal media sosial yang selama ini dimanfaatkannya untuk menjaring aspirasi masyarakat. Menurutnya, media sosial menjadi sarana yang efektif untuk mempererat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Silakan menyampaikan kritik, masukan, maupun aspirasi melalui media sosial. Dengan begitu komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat bisa lebih dekat dan terbuka,” katanya.
Supa’ad menegaskan bahwa warga perantauan harus mampu menjaga nilai-nilai budaya, adab, serta menghormati daerah tempat tinggalnya. Ia mengingatkan bahwa seluruh warga yang datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa memiliki tujuan yang sama, yakni memperbaiki kehidupan di tanah rantau.
“Kita datang ke Tarakan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Karena itu mari bersama-sama menjaga nama baik, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah ini,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum terverifikasi, terutama jika berkaitan dengan persoalan yang melibatkan warga.
“Jangan sampai kita terprovokasi. Lihat dulu konteksnya, cari informasi yang benar dan tunggu klarifikasi yang jelas sebelum mengambil sikap,” tegasnya.
Menurut Supa’ad, meskipun berasal dari daerah yang berbeda-beda, seluruh warga perantauan tetap merupakan satu keluarga besar yang harus saling mendukung dan menjaga kerukunan.
“Kalau sudah berada di perantauan seperti ini, semua adalah saudara. Jangan sampai kita terkotak-kotak karena perbedaan daerah asal,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan persatuan, Supa’ad juga menanggapi sejumlah aspirasi pembangunan yang disampaikan warga RT 27. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terjadi penyesuaian mekanisme penganggaran sehingga sejumlah usulan masyarakat harus diproses melalui perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Meski demikian, ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian dan akan terus diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Memang ada penyesuaian karena kondisi anggaran. Namun aspirasi masyarakat tetap akan kami kawal agar dapat direalisasikan secara bertahap,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 27 Karang Anyar, Wiyono, mengapresiasi kehadiran Supa’ad Hadianto yang dinilainya selalu menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh warga Lumajang di Tarakan untuk terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.











Discussion about this post