TARAKAN, ALINEA62– Debut Paguyuban Lumajang Kota Tarakan di ajang Pawai Budaya Festival Iraw Tengkayu XV berbuah manis. Meski baru pertama kali ikut serta, mereka berhasil membawa pulang Juara Harapan II kategori mobil hias pada pawai yang digelar Sabtu (4/7/2026).
Prestasi tersebut diraih di tengah keterbatasan anggaran. Seluruh persiapan dilakukan secara swadaya melalui iuran anggota dan semangat gotong royong hingga akhirnya mampu menghadirkan penampilan yang menarik perhatian dewan juri.
Salah satu inisiator sekaligus sutradara penampilan, Yuli Riyanto, mengatakan keikutsertaan Paguyuban Lumajang bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga ingin membuktikan bahwa paguyuban yang baru berdiri pun mampu berkarya dan berprestasi.
“Yang ingin kami sampaikan bukan hanya soal lomba, tetapi semangat bahwa paguyuban yang masih baru sekalipun bisa berkarya. Jangan merasa kecil hanya karena keterbatasan,” ujar Ryan, sapaan akrabnya.
Ryan menjelaskan, seluruh persiapan diawali dari iuran anggota sebesar Rp50 ribu per orang. Dana tersebut kemudian diperkuat melalui dukungan berbagai pihak hingga terkumpul sekitar Rp14 juta untuk membiayai kebutuhan pawai.
Menurutnya, bantuan datang dari Ketua DPW Partai NasDem Kaltara Supa’ad Hadianto, Anggota DPRD Tarakan Adyansa, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud, para pelaku UMKM, serta masyarakat Lumajang di Tarakan yang ikut bergotong royong.
Ryan juga mengapresiasi peran tokoh masyarakat Lumajang, Muhammad Hanafi, yang dinilai menjadi sosok penting dalam mengoordinasikan dukungan dan menghimpun pendanaan.
“Kalau saya bertugas menyusun konsep dan menyutradarai penampilan, Mas Hanafi yang memastikan seluruh kebutuhan di lapangan terpenuhi. Beliau terus mengajak warga Lumajang bergotong royong hingga semua kebutuhan bisa tercukupi,” katanya.
Dalam pawai budaya tersebut, Paguyuban Lumajang mengangkat tema Gunung Semeru dan sejarah Kerajaan Lumajang. Penampilan dikemas dalam bentuk teatrikal yang menceritakan sejarah dan budaya daerah asal mereka kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan sebuah cerita. Dari awal hingga akhir perjalanan, kami menyampaikan kisah tentang Lumajang melalui pertunjukan,” ucap Ryan.
Meski sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, mulai dari keterbatasan peralatan hingga sistem suara, seluruh anggota tetap kompak sehingga mampu menampilkan pertunjukan secara maksimal.
Bagi Ryan, keberhasilan membawa pulang Juara Harapan II menjadi awal yang membanggakan bagi Paguyuban Lumajang di Festival Iraw Tengkayu. Bahkan, mereka mulai menyiapkan konsep yang lebih matang untuk mengikuti pawai budaya tahun depan.
“Ini pertama kalinya. Awalnya banyak yang belum percaya diri. Tapi setelah mencoba, ternyata bisa berprestasi. Bahkan sekarang sudah mulai menyiapkan konsep untuk pawai tahun depan,” pungkasnya.
Ryan berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi komunitas atau paguyuban lain agar tidak ragu berpartisipasi dalam kegiatan budaya meski memiliki keterbatasan anggaran. Menurutnya, kekompakan, gotong royong, dan kemauan untuk memulai menjadi modal utama untuk menghasilkan prestasi yang membanggakan.








Discussion about this post