TARAKAN, ALINEA62 – Kebijakan efisiensi anggaran tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam melestarikan budaya daerah. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu XV yang tetap berlangsung semarak dan kembali masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Ribuan masyarakat memadati rangkaian pembukaan festival melalui Pawai Budaya yang digelar Sabtu (4/7/2026). Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Festival Iraw Tengkayu tetap menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan setiap tahun.
Wakil Ketua Panitia Festival Iraw Tengkayu XV, M. Zainuddin, mengatakan pelaksanaan festival tahun ini mengandalkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci sehingga festival tetap berjalan meriah meski anggaran mengalami penyesuaian.
“Di Tarakan kita sudah terbiasa dengan efisiensi. Kita manfaatkan apa yang ada dan kita maksimalkan. Masing-masing OPD saling mendukung. Anggaran itu nomor dua, yang terpenting adalah koordinasinya,” ujar Zainuddin di sela-sela Pawai Budaya.
Ia menjelaskan, Festival Iraw Tengkayu tahun ini menjadi kali kelima secara berturut-turut masuk dalam program Kharisma Event Nusantara. Capaian tersebut menunjukkan festival budaya khas Tarakan masih dinilai layak menjadi salah satu agenda pariwisata nasional.
Menurut Zainuddin, terdapat tiga aspek utama yang menjadi penilaian dalam proses kurasi KEN, yakni dampak ekonomi bagi masyarakat, kualitas penyelenggaraan, serta komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
“Kalau masuk Kharisma Event Nusantara, kita mendapatkan dukungan dalam bentuk promosi berskala nasional. Jadi, bantuannya bukan berupa uang tunai,” katanya.
Setelah dibuka dengan Pawai Budaya, rangkaian Festival Iraw Tengkayu berlanjut pada Minggu (5/7/2026) di kawasan wisata Pantai Ratu Intan, Kelurahan Pantai Amal.
Agenda diawali dengan seremoni pembukaan dan sambutan dari perwakilan Kementerian Pariwisata, kemudian dilanjutkan penampilan tari kolosal yang dibawakan sekitar 150 penari gabungan dari Sanggar Budaya Tradisional Paguntakan bersama pelajar SMA se-Kota Tarakan.
Prosesi adat penurunan Padaw Tuju Dulung menjadi salah satu atraksi utama festival. Rangkaian kegiatan kemudian diteruskan dengan Tari Jepin Pergaulan yang mengajak pejabat, tamu undangan, dan masyarakat menari bersama sebagai simbol kebersamaan.
Festival Iraw Tengkayu XV ditutup dengan penampilan musisi lokal di kawasan Taman Berkampung.mZainuddin menambahkan, Pemerintah Kota Tarakan akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu agar tetap menjadi agenda budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.












Discussion about this post