TARAKAN, ALINEA62– Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati Kawasan Wisata Pantai Ratu Intan selama Festival Iraw Tengkayu XV menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik yang kuat. Bahkan, kehadiran wisatawan mancanegara pada penyelenggaraan tahun ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan pariwisata berbasis budaya di Kota Tarakan.
Keberhasilan penyelenggaraan festival budaya masyarakat Tidung tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto. Menurutnya, Festival Iraw Tengkayu telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan sekaligus memperkenalkan identitas daerah.
“Alhamdulillah, Festival Iraw Tengkayu tahun ini berjalan lancar dan sukses. Ini menunjukkan budaya lokal kita memiliki daya tarik yang luar biasa, bahkan mulai dikenal oleh wisatawan dari luar negeri. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tarakan dan Kalimantan Utara,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Utara itu mengatakan, keberhasilan festival tidak hanya terlihat dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari semakin luasnya perhatian terhadap budaya Tidung. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijadikan momentum untuk memperkuat promosi pariwisata daerah.

Ia menilai, pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan beriringan apabila seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival budaya.
“Kita patut mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, panitia, tokoh adat, seniman, hingga masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan Festival Iraw Tengkayu. Budaya adalah aset daerah yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan sebagai daya tarik wisata,” katanya.
Supa’ad berharap Festival Iraw Tengkayu tetap dipertahankan sebagai agenda tahunan dengan inovasi yang terus ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sektor jasa, dan ekonomi kreatif di Kota Tarakan.
“Festival seperti ini harus terus didukung karena manfaatnya bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah. Semoga ke depan Iraw Tengkayu semakin dikenal luas dan menjadi salah satu ikon wisata budaya Kalimantan Utara,” pungkasnya.












Discussion about this post