TARAKAN, ALINEA62 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan membuka layanan Ruang Oksigen bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Layanan tersebut mulai dibuka pada Jumat (4/9/2026) di Markas PMI Kota Tarakan. Pembukaan Ruang Oksigen dilakukan Ketua PMI Kota Tarakan A. Hamid Amren, sebagai tindak lanjut arahan dan hasil rapat koordinasi penanganan karhutla bersama PMI Provinsi Kalimantan Utara.
Ruang Oksigen PMI Tarakan beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WITA. Layanan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan bantuan oksigen akibat kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
“Layanan ini kami buka untuk membantu masyarakat yang terdampak asap karhutla, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan layanan oksigen,” kata Hamid.
Untuk menunjang pelayanan, PMI Tarakan menyiapkan dua tempat tidur yang dilengkapi dua unit konsentrator oksigen serta sejumlah peralatan pendukung. Pelayanan juga didukung tenaga dokter, perawat, dan relawan PMI.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dapat mendatangi Markas PMI Kota Tarakan. Petugas akan memberikan layanan sesuai kondisi dan kebutuhan warga.
Hamid berharap keberadaan Ruang Oksigen dapat membantu mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat memburuknya kualitas udara selama karhutla.
“Harapan kami, layanan ini dapat membantu masyarakat menghadapi dampak asap karhutla sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan diri,” ujarnya.
PMI Tarakan juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas, mengurangi kegiatan di luar ruangan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kondisi tubuh.
Masyarakat juga diminta mewaspadai keluhan kesehatan, terutama sesak dan gangguan pernapasan. Jika kondisi memburuk, warga dianjurkan segera mendapatkan pertolongan medis.
Pembukaan Ruang Oksigen ini menjadi salah satu bentuk respons PMI Kota Tarakan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla, khususnya melalui pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.













Discussion about this post