• Tentang Kami
  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Rabu, 3 Juni 2026
Alinea Enam Dua
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Opini
No Result
View All Result
Alinea Enam Dua
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Opini
Home Daerah

Harga TBS di Malinau Anjlok, Gidion Kurniawan Purnama Desak Pemprov Kaltara Evaluasi Tata Niaga

by Redaksi
06/03/2026
in Daerah, Headline
A A
Harga TBS di Malinau Anjlok, Gidion Kurniawan Purnama Desak Pemprov Kaltara Evaluasi Tata Niaga

TARAKAN, ALINEA62– Kesenjangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani swadaya Kabupaten Malinau kini memicu keresahan. Data di lapangan menunjukkan harga jual di tingkat pengepul merosot hingga di kisaran Rp1.750 per kilogram. Angka ini terpaut sangat jauh—lebih dari 50 persen—dibandingkan dengan harga ketetapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (SK) Nomor 500.8.63/139/DPKP 3 Tentang penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit produksi perkebunan mitra provinsi untuk periode akhir Mei 2026 yang menyentuh Rp3.508,69 per kilogram.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa dan Pelajar Dayak Bulusu (PMPDB) Kota Tarakan, Gidion Kurniawan Purnama, secara tegas mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara untuk segera turun tangan. Menurutnya, jurang harga yang ekstrem ini merupakan bentuk ketidakadilan ekonomi yang harus direspon dengan kebijakan konkret.

Baca Juga

Supa’ad Ajak Warga Lumajang di Tarakan Tetap Kompak dan Tak Mudah Terprovokasi

PAUD Islam Al Hiro Sebatik Cetak Generasi Unggul Perbatasan di Usia Emas

 

“Sebagai Ketua Umum PMPDB Kota Tarakan, saya melihat kondisi ini sebagai ancaman serius bagi kesejahteraan keluarga petani. Pemerintah Provinsi Kaltara terkesan abai dalam melakukan pengawasan dan penegakan aturan di tingkat bawah,” ujar Gidion Kurniawan Purnama.

Kondisi nyata di lapangan kini semakin memilukan. Beberapa petani di Malinau menuturkan bahwa harga Rp1.750 per kilogram tersebut bahkan tidak mampu menutupi biaya operasional. “Dengan harga segini, untuk membeli pupuk dan membayar tenaga kerja panen saja sudah sulit. Kami seperti kerja bakti, hasil panen habis hanya untuk biaya angkut dan operasional,” ungkap salah satu petani swadaya di Malinau yang enggan disebutkan namanya.

Gidion menekankan bahwa krisis harga ini memiliki dampak jangka panjang yang lebih sistemik. “Jika penghasilan petani terus berada di titik nadir, keberlanjutan pendidikan anak-anak petani di wilayah pedalaman akan terancam. Ini bukan sekadar angka kerugian bisnis, melainkan ancaman terhadap masa depan generasi penerus di Kalimantan Utara yang harus menempuh pendidikan dengan biaya yang tidak murah,” tegas Gidion.

Gidion menilai bahwa SK Penetapan Harga yang rutin dirilis oleh pemerintah provinsi seolah kehilangan taji saat berhadapan dengan ekosistem pengepul. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa lepas tangan hanya dengan menerbitkan tabel harga bulanan.

“Jika aturan tersebut tidak memiliki mekanisme pengawasan yang mengikat, maka kebijakan tersebut hanyalah formalitas yang tidak memberikan perlindungan bagi petani swadaya,” lanjutnya.

Melalui Gidion Kurniawan Purnama, PMPDB Kota Tarakan mendesak Pemprov Kaltara untuk segera mengambil langkah nyata:

1. Audit Tata Niaga: Melakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi TBS di wilayah Malinau guna memastikan tidak ada praktik monopoli atau “permainan harga”.

2. Fasilitasi Kelembagaan: Mendorong pembentukan koperasi atau kelompok tani swadaya agar petani memiliki posisi tawar (bargaining power) dan akses langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

3. Inspeksi Lapangan: Melakukan pengawasan ketat dan memberikan sanksi tegas terhadap pengepul yang mematok harga jauh di bawah standar pemerintah.

“Kami, melalui PMPDB Kota Tarakan, siap mengawal isu ini. Pemerintah harus hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar penonton di tengah anjloknya harga komoditas unggulan daerah ini,” pungkas Gidion.

Bagikan:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak

Berita Terkait

Harga TBS Sawit di Kaltara Anjlok Usai Pidato Prabowo, APKASINDO Soroti Kepanikan PKS

Harga TBS Sawit di Kaltara Anjlok Usai Pidato Prabowo, APKASINDO Soroti Kepanikan PKS

by Redaksi
05/26/2026
0

TANJUNG SELOR, ALINEA62– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dilaporkan anjlok drastis pasca pidato...

Discussion about this post

Berita Terlaris

  • Harga TBS di Malinau Anjlok, Gidion Kurniawan Purnama Desak Pemprov Kaltara Evaluasi Tata Niaga

    Harga TBS di Malinau Anjlok, Gidion Kurniawan Purnama Desak Pemprov Kaltara Evaluasi Tata Niaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muhammadiyah Sembelih 37 Sapi Kurban di Tarakan, Jumlahnya Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fadhil Qobus Menang Telak, Usung HMI Progresif di Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 50 Sapi Dipotong di Masjid LDII Tarakan, Limosin 800 Kg Paling Mencuri Perhatian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PPP di Tarakan, DPW Atensi Penjaringan Calon Ketua DPC hingga Target Kursi di Pemilu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Alinea Enam Dua

Berita yang baik adalah berita memberi konteks, menghadirkan latar, serta menuntun pembaca memahami sebab dan dampak dari sebuah peristiwa

Ikuti Kami

Rubrik

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukrim
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Rubrik

Terbaru

Harga TBS di Malinau Anjlok, Gidion Kurniawan Purnama Desak Pemprov Kaltara Evaluasi Tata Niaga

Harga TBS di Malinau Anjlok, Gidion Kurniawan Purnama Desak Pemprov Kaltara Evaluasi Tata Niaga

06/03/2026
Supa’ad Ajak Warga Lumajang di Tarakan Tetap Kompak dan Tak Mudah Terprovokasi

Supa’ad Ajak Warga Lumajang di Tarakan Tetap Kompak dan Tak Mudah Terprovokasi

05/31/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2026 PT. Alinea Cahaya Abadi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Opini

© 2026 PT. Alinea Cahaya Abadi.