TARAKAN, ALINEA62– Wacana penggabungan atau merge SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 14 Tarakan masih menjadi perhatian DPRD Kota Tarakan. Wakil Ketua DPRD Tarakan, Herman Hamid, menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Herman, hingga saat ini rencana merger dua sekolah tersebut masih sebatas wacana dan belum ada tindak lanjut resmi dari Dinas Pendidikan Kota Tarakan.
“Karena itu masih wacana, kami atas nama DPRD menyampaikan tidak setuju dengan wacana itu,” ujarnya.
Ia mengatakan DPRD menerima banyak aspirasi dari orang tua siswa yang merasa khawatir terhadap rencana penggabungan sekolah tersebut. Karena itu, DPRD merasa perlu mengambil sikap untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.
“Kegelisahan orang tua itulah akhirnya kami menerima RDP mereka. Kami ingin anak-anak tetap fokus belajar dan mental mereka tidak terganggu dengan wacana itu,” katanya.
Herman menegaskan DPRD siap duduk bersama dengan Dinas Pendidikan untuk membahas secara langsung alasan munculnya wacana merger SMP 13 dan SMP 14 tersebut.
“Insyaallah kami siap mengawal. Kami akan duduk bersama dengan Disdik membahas apa sebenarnya yang dimunculkan dari wacana itu,” ucapnya.
Ia juga menegaskan DPRD akan mengawal agar rencana merger yang disebut-sebut bakal dilakukan pada 2027 tidak sampai terealisasi.
“Kami mengawal supaya isu di 2027 akan di-merge itu tidak terjadi,” tegasnya.
Selain menyoroti isu merger sekolah, Herman juga menanggapi perkembangan program Sekolah Rakyat di Tarakan. Ia menyebut DPRD mendukung penuh program pemerintah pusat tersebut sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah Rakyat ini program Presiden yang sangat kita apresiasi dan dukung. Ini solusi terbaik untuk anak-anak yang benar-benar tidak mampu,” pungkasnya.













Discussion about this post