TARAKAN, ALINEA62 – Isu flu burung yang viral di media sosial turut menjadi perhatian DPRD Kota Tarakan. Beredarnya surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang disalahartikan sebagai peringatan untuk masyarakat dinilai berpotensi menimbulkan keresahan.
Wakil Ketua I DPRD Tarakan, Herman Hamid, meminta masyarakat tidak panik atau terbawa informasi yang belum tentu benar. Ia menegaskan, surat yang beredar tersebut merupakan bagian dari imbauan internal, bukan indikasi adanya kasus flu burung di Tarakan. “Jangan panik atau galau dengan beredarnya surat itu. Itu merupakan surat rutin dari Dinas Kesehatan kepada puskesmas sebagai bentuk kewaspadaan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, surat tersebut justru menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal keamanan pangan. “Itu bentuk perhatian agar masyarakat lebih waspada dalam mengonsumsi makanan, bukan berarti ada kasus flu burung di Tarakan,” jelasnya.
Herman juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih makanan, tidak hanya daging ayam, tetapi seluruh jenis pangan yang dikonsumsi sehari-hari. “Bukan hanya daging ayam, semua makanan harus diperhatikan. Masyarakat harus lebih teliti saat membeli dan mengolah makanan,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD akan terus berkoordinasi dengan dinas teknis, khususnya Dinas Kesehatan, untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap terkendali dan tidak menimbulkan kepanikan. “Kami rutin berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan, untuk memantau situasi seperti ini. Tapi saat ini belum ada kasus,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Tarakan sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa surat yang beredar bukan untuk konsumsi publik. Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriati, menegaskan surat tersebut ditujukan kepada puskesmas sebagai langkah kewaspadaan dini. “Surat itu untuk puskesmas, bukan untuk masyarakat umum. Jadi jangan disalahartikan,” ujarnya. Ia juga memastikan hingga saat ini tidak pernah ditemukan kasus flu burung pada manusia di Tarakan.
“Tidak ada kasus flu burung pada manusia di Tarakan, jadi masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Dinkes pun mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup sehat, termasuk memastikan bahan pangan yang dikonsumsi dalam kondisi baik dan dimasak hingga matang.
Dengan adanya klarifikasi dari Dinkes dan imbauan DPRD, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.












Discussion about this post