SEBATIK TIMUR, ALINEA62– Semangat Qur’ani dan cinta tanah air mewarnai kegiatan pelepasan 24 siswa-siswi PAUD Islam Al Hiro Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Sebatik Timur, Sabtu (30/05).
Mengusung tema “Menjadi Penerus Bangsa di Perbatasan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen Yayasan Muslih Center dalam membangun generasi unggul sejak usia emas (golden age) melalui pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Acara berlangsung meriah dan penuh haru. Para siswa-siswi menampilkan berbagai kemampuan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di PAUD Islam Al Hiro, mulai dari hafalan surah-surah pendek, hadis pilihan, doa-doa harian, hingga penampilan edukatif lainnya yang menjadi ciri khas pembelajaran berbasis agama di lingkungan Yayasan Muslih Center.
Ketua Yayasan Muslih Center, Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Si. (Han), dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fase yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Menurut alumni Universitas Pertahanan Republik Indonesia dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan tersebut, usia dini merupakan masa emas yang harus dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan, baik nilai keagamaan maupun kebangsaan.
“Di Muslih Center kami berupaya menghadirkan pendidikan yang menanamkan dua hal penting sekaligus, yakni semangat Qur’ani dan cinta tanah air. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, berakhlak mulia, sekaligus memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negaranya. Karena keduanya tidak bisa dipisahkan dalam membangun generasi masa depan,” ujarnya.
Dr. Wahyudi juga mengharapkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan yayasan dalam mencetak generasi unggulan di wilayah perbatasan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan yayasan dapat terus diperkuat. Sebab pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Sebatik dan masa depan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wahyudi juga menyampaikan bahwa Yayasan Muslih Center masih merupakan lembaga yang relatif baru, kecil, dan tumbuh dengan penuh kesederhanaan serta berbagai keterbatasan. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat yayasan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan.
“Kami menyadari bahwa Muslih Center masih lembaga yang baru, kecil, dan tumbuh dalam segala keterbatasan. Namun kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan istiqamah. Karena itu, kami berusaha memberikan yang terbaik bagi tanah kelahiran kami, tempat kami berasal dan dibesarkan. Sebatik telah banyak memberi kepada kami, sehingga sudah menjadi tanggung jawab moral kami untuk ikut berkontribusi melalui dunia pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah lembaga bukan semata-mata ditentukan oleh besar kecilnya fasilitas yang dimiliki, melainkan oleh manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dari waktu ke waktu.
Saat ini Yayasan Muslih Center menaungi tiga lembaga pendidikan, yaitu PAUD Islam Al Hiro, SD Islam Al Hiro, dan TPQ Al Hiro, dengan jumlah peserta didik sekitar 100 orang.
Yayasan tersebut mengusung konsep pendidikan berkualitas yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak terdapat pungutan uang gedung, sementara biaya pendidikan disesuaikan dengan kemampuan orang tua. Bahkan untuk SD Islam Al Hiro tersedia program pembebasan SPP bagi peserta didik tertentu.
Meski demikian, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Yayasan secara rutin melaksanakan pembinaan dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Para guru terdiri dari lulusan sarjana pendidikan maupun tenaga pendidik yang memiliki sertifikasi pembelajaran Al-Qur’an, khususnya Syahadah Qiraati, yang dibina langsung oleh Pembina Yayasan Muslih Center, KH. Muslihudin Abd Rasyid, Lc., M.Pd.I.
KH. Muslihudin Abd Rasyid dikenal luas di tengah masyarakat perbatasan sebatik sebagai tokoh pendidikan dan Al-Qur’an yang secara konsisten terus membina hingga hari ini. Pengembangan pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan guru-guru Qiraati membuat beliau dikenal sebagai salah satu “Kyai Al-Qur’an di Tanah Borneo” yang terus mengabdikan diri untuk kemajuan umat melalui jalur pendidikan, Beliau sempat menjadi anggota DPD RI-MPR RI periode 2009-2019 mewakili Kaltim / Kaltara di senayan.
Sementara itu, Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, S.E., yang dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga serta memantau berbagai program pembangunan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Muslih Center dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan yang tumbuh dari semangat pengabdian masyarakat seperti Muslih Center merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Muslih Center yang selama ini telah berkontribusi dalam bidang pendidikan. Peran lembaga pendidikan seperti ini sangat membantu pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari pendidikan. Karena itu, kehadiran lembaga pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap pembentukan karakter dan akhlak generasi muda patut mendapatkan dukungan bersama.
Ia berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan yayasan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Sebatik Timur.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Sebatik, Taufik, S.IP. Menurutnya, keberadaan Yayasan Muslih Center merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Muslih Center dalam mendukung pembangunan pendidikan. Upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada pembentukan karakter merupakan kontribusi yang sangat positif bagi masyarakat Sebatik,” tuturnya.
Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Kehadiran yayasan yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan menjadi energi positif bagi kemajuan dunia pendidikan di wilayah perbatasan.
Ia juga mengapresiasi komitmen Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Si. (Han) sebagai putra daerah yang terus menunjukkan perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan.
Suasana haru juga terasa saat salah seorang perwakilan orang tua murid menyampaikan pesan dan kesannya di hadapan para tamu undangan. Dengan penuh rasa syukur, ia mengungkapkan apresiasi kepada para guru PAUD Islam Al Hiro yang telah membimbing dan mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Menurutnya, selama mengikuti pendidikan di PAUD Islam Al Hiro, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman yang menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing anak-anak kami. Kami melihat banyak perubahan positif. Anak-anak menjadi lebih mandiri, lebih disiplin, hafal doa-doa harian, surah-surah pendek, serta mulai terbiasa dengan adab dan akhlak yang baik. Kami merasakan bahwa para guru mendidik anak-anak kami dengan penuh ketulusan dan kasih sayang,” ungkapnya dengan penuh haru.
Ia juga berharap pendidikan yang telah diberikan di PAUD Islam Al Hiro dapat menjadi fondasi yang kuat bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan keluarga, agama, bangsa, dan negara.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Muslih Center, Nur Fadilah, M.Pd., Ketua DKM Islahul Ummah, Bunda PAUD Sebatik Timur, para kepala sekolah di lingkungan Yayasan Muslih Center, para guru, Ketua HIMPAUDI Sebatik Timur, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa-siswi.
Kegiatan pelepasan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas capaian peserta didik selama menempuh pendidikan usia dini, tetapi juga menjadi refleksi semangat Yayasan Muslih Center dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air. Dari wilayah perbatasan Indonesia, PAUD Islam Al Hiro terus berikhtiar menyiapkan generasi unggul pada usia emas, generasi Qur’ani yang siap menyongsong masa depan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.









Discussion about this post