TARAKAN, ALINEA62– Suasana aksi damai ratusan driver online di kantor DPRD Tarakan, Rabu (20/5/2026), mendadak riuh saat Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus menemui langsung massa aksi. Tepuk tangan para pengemudi pecah ketika ia menyatakan siap mengawal berbagai tuntutan driver online.
Aksi yang digelar Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) Kalimantan Utara (Kaltara) itu membawa sejumlah tuntutan nasional maupun daerah terkait tarif dan regulasi transportasi online.
Ketua DPD SePOI Kaltara, Misyadi mengatakan, tuntutan nasional yang disampaikan meliputi kenaikan tarif ojek online roda dua, regulasi pengantaran barang dan makanan, ketentuan tarif bersih taksi online roda empat, hingga percepatan pembahasan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
Selain itu, para driver juga meminta pembatasan penerimaan driver baru di Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, penghapusan program tarif hemat, serta keberadaan kantor cabang masing-masing aplikator di Kota Tarakan.
“Kita bukan budak aplikator. Sudah saatnya kita menuntut tarif manusia. Kita ini manusia, bukan robot,” tegas Misyadi saat berorasi.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Yunus menegaskan DPRD Tarakan akan memfasilitasi, mengawal dan meneruskan aspirasi para driver kepada pemerintah provinsi maupun pihak terkait.
“Ini sebenarnya kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi. Tapi karena masyarakat Kota Tarakan, ya kita terima sebagai bentuk aspirasi untuk kita sampaikan ke pemerintah provinsi nantinya,” ujarnya.
Ia menyebut dalam waktu dekat akan ada pertemuan lanjutan antara driver online, aplikator, dan Dinas Perhubungan Provinsi untuk membahas tuntutan yang disampaikan para pengemudi.
Tak hanya soal tarif, para driver juga menyoroti akses penjemputan di kawasan pelabuhan dan bandara yang dinilai masih menjadi kendala.
Menurut Muhammad Yunus, persoalan tersebut juga berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Bandara sama pelabuhan itu kewenangan provinsi. Jadi DPRD Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan sifatnya memfasilitasi saja,” katanya.
Ia berharap tuntutan para driver online dapat segera terealisasi sehingga persoalan yang selama ini dikeluhkan pengemudi bisa mendapat solusi.












Discussion about this post