TARAKAN, ALINEA62– Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto mencari solusi pembukaan kembali rute kapal langsung Tarakan-Surabaya melalui kegiatan reses yang digelar di Kota Tarakan, Senin (18/5/2026).
Dalam reses tersebut, aspirasi terkait kebutuhan trayek kapal menuju Surabaya kembali disampaikan masyarakat. Warga mengeluhkan tidak adanya lagi kapal langsung dari Tarakan ke Surabaya, sementara harga tiket pesawat dinilai semakin mahal.
Sekretaris Pakuwaja Tarakan, Mas Eka mengapresiasi langkah Supa’ad yang menghadirkan pihak PT Pelni dan KSOP Tarakan dalam forum reses agar masyarakat dapat langsung menyampaikan keluhan dan mendapatkan penjelasan.
Menurutnya, keberadaan trayek kapal langsung sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi keluarga yang bepergian dalam jumlah banyak karena biaya perjalanan laut lebih terjangkau dibandingkan transportasi udara.
“Dulu ada sekarang tidak ada,” ujarnya.
Ia berharap keinginan masyarakat untuk kembali dibukanya trayek Tarakan-Surabaya dapat direalisasikan. “Kalau itu dibuka trayek tentu menambah ringan pengeluaran tiket,” katanya.
Menanggapi hal itu, Supa’ad mengatakan aspirasi terkait kapal langsung Tarakan-Surabaya hampir selalu muncul setiap kali dirinya menggelar reses.
Karena itu, pada reses kali ini ia sengaja menghadirkan pihak terkait agar persoalan tersebut bisa dibahas bersama dan dicari solusinya.
Menurutnya, dengan mempertemukan masyarakat bersama Pelni dan KSOP, berbagai kendala maupun peluang pembukaan trayek dapat diketahui secara langsung.
Ia menjelaskan, saat berkomunikasi dengan pihak Pelni, dirinya diarahkan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan KSOP sebagai perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Kepala Kantor PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi menjelaskan Pelni saat ini memiliki 26 unit kapal dan 25 di antaranya beroperasi, sementara satu kapal masih menjalani perbaikan.
Ia mengatakan kapal yang rutin singgah di Tarakan saat ini hanya KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Menurut Ferdy, Pelni hanya menjalankan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.
“Intinya kami siap jika ditugaskan,” tegasnya.
Ia menjelaskan penambahan trayek kapal menjadi kewenangan pemerintah pusat. Hingga saat ini belum ada penugasan reguler untuk trayek langsung Tarakan-Surabaya.
Ferdy juga mengungkapkan bahwa pada April 2026 Pelni sempat melayani pelayaran langsung Tarakan-Surabaya. Namun dari kapasitas kapal sekitar 2 ribu penumpang, hanya sekitar 300 penumpang yang menggunakan layanan tersebut. “Dari sisi kuota tidak mencukupi,” jelasnya.
Ia menyebut mayoritas penumpang dari Tarakan lebih banyak menuju wilayah Sulawesi seperti Parepare yang mencapai sekitar 80 persen.
Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Tarakan, Capt Umar Rahman mengatakan masyarakat sebenarnya masih dapat menuju Surabaya melalui jalur transit di Balikpapan.
Masyarakat dapat menggunakan KM Lambelu atau KM Bukit Siguntang menuju Balikpapan, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kapal lain seperti KM Dobonsolo yang jadwal keberangkatannya telah terkoneksi.
Meski demikian, ia menilai usulan penambahan trayek langsung tetap perlu diperjuangkan dan pihaknya siap menjembatani aspirasi tersebut ke Kementerian Perhubungan pusat.













Discussion about this post