TARAKAN, ALINEA62 – BPJS Ketenagakerjaan Tarakan terus mendorong peningkatan pemahaman pekerja mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar bersama para buruh di Tarakan Plaza, Selasa (12/5/2026).
Sosialisasi tersebut menghadirkan Account Representative Khusus BPJS Ketenagakerjaan Tarakan, M Ratno Mas’ud, yang mewakili Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tarakan, Masbuki.
Dalam pemaparannya, Ratno menjelaskan lima program utama BPJS Ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi para pekerja di Kalimantan Utara.
“Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan,” katanya.
Ia menyebutkan, keberadaan program tersebut memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja sehingga dapat meningkatkan rasa aman saat menjalankan aktivitas kerja sehari-hari.
Menurutnya, manfaat perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan telah dirasakan langsung oleh para pekerja dan turut berdampak terhadap peningkatan produktivitas.
“Pekerja menjadi lebih tenang dalam bekerja karena ada jaminan perlindungan ketika terjadi risiko kerja,” ujarnya.
Ratno menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan di wilayah Kalimantan Utara, khususnya Kota Tarakan.
Hingga April 2026, jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Tarakan tercatat sebanyak 55.664 peserta atau mencapai 52,75 persen dari total potensi pekerja.
Sedangkan secara regional, jumlah peserta aktif di Kalimantan Utara mencapai 148.212 peserta atau sebesar 44,4 persen.
Ia mengatakan, angka tersebut bersifat fluktuatif karena dipengaruhi kondisi pekerja aktif maupun nonaktif, termasuk bertambahnya perusahaan baru yang mendaftarkan tenaga kerjanya.
“Data kepesertaan terus berubah mengikuti perkembangan perusahaan dan tenaga kerja yang terdaftar,” jelasnya.
Meski demikian, sektor informal masih menjadi tantangan dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Karena itu, pihaknya terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi bersama pemerintah daerah agar pekerja informal juga memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ratno berharap para pekerja semakin sadar pentingnya perlindungan kerja sehingga dapat bekerja dengan lebih nyaman dan produktif.
“Jika terjadi risiko kerja atau kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan kepada pekerja,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Korwil KSBSI Kaltara, Raden Yusuf, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai edukasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan penting agar pekerja memahami hak serta prosedur pengurusan manfaat jaminan sosial.
“Informasi seperti ini sangat membantu pekerja agar lebih memahami manfaat perlindungan ketenagakerjaan,” pungkasnya.













Discussion about this post