TARAKAN, ALINEA62— Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak membahas pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam kuliah umum yang digelar di kampus tersebut, Senin (4/5/2026).
Dalam forum akademik itu, Dahnil menekankan bahwa sektor haji dan umrah membutuhkan SDM yang profesional dan adaptif, seiring dengan kompleksitas pengelolaannya. Ia mengakui, pengelolaan haji tidak sesederhana yang dibayangkan karena melibatkan banyak aspek, mulai dari pelayanan hingga tata kelola keuangan.
“Ini sektor besar dengan tantangan yang tidak ringan, sehingga membutuhkan SDM yang benar-benar siap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengelola sektor haji secara lebih fokus. Secara global, hanya beberapa negara yang memiliki kementerian khusus haji, di antaranya Arab Saudi, Irak, dan Indonesia.
Menurut Dahnil, haji tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga historis, ideologis, dan ekonomi. Dari sisi ekonomi, perputaran dana haji dan umrah mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Rektor UBT Prof Yahya Ahmad Zein mengatakan, kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan sektor tersebut.
Ia menegaskan, UBT mengusung konsep Entrepreneurship University dengan membekali mahasiswa kemampuan kewirausahaan di setiap program studi. Saat ini, UBT memiliki 35 program studi yang diarahkan untuk mencetak lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
“Penguatan SDM menjadi fokus kami, termasuk mendorong mahasiswa agar mampu melihat peluang di sektor strategis seperti industri haji dan umrah,” kata Yahya.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menyiapkan SDM yang berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan haji di masa depan.





Discussion about this post