TARAKAN, ALINEA62– Memasuki usia lanjut tidak menjadi alasan untuk berhenti berkegiatan dan berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, keberadaan wadah seperti Sekolah Lansia dinilai penting untuk menjaga kesehatan, memperkuat silaturahmi, sekaligus mendorong produktivitas para lansia.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, usai menghadiri kegiatan Senam Lansia dan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) bersama Sekolah Lansia Melati Indah di Kelurahan Karang Balik, Tarakan, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Supa’ad, Sekolah Lansia telah menjadi ruang yang positif bagi warga lanjut usia untuk tetap aktif, belajar, dan membangun kebersamaan.
“Adanya paguyuban atau Sekolah Lansia ini sangat bagus. Pesertanya minimal berusia 60 tahun dan mayoritas ibu-ibu. Saya sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan Sekolah Lansia di Karang Balik,” ujarnya.
Ia mengatakan, dukungan terhadap kegiatan lansia tidak cukup hanya dalam bentuk moral, tetapi juga perlu diwujudkan melalui perhatian pemerintah agar program-program pembinaan dapat terus berjalan.
“Tentu ini perlu kita support, baik secara material maupun moral. Mudah-mudahan dengan adanya silaturahmi ini bisa terus memberi semangat kepada para lansia. Walaupun usianya sudah lanjut, mereka tetap mampu berkumpul dan melakukan kegiatan yang positif,” katanya.
Supa’ad mengaku terkesan dengan semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti berbagai aktivitas. Menurutnya, semangat belajar dan kebersamaan yang ditunjukkan para lansia menjadi teladan bagi masyarakat.
“Saya sangat apresiatif. Walaupun usia sudah lanjut, semangat mereka luar biasa. Kekompakan para lansia ini juga sangat luar biasa,” tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tarakan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memberikan dukungan terhadap keberadaan Sekolah Lansia. Menurutnya, para lansia membutuhkan ruang untuk tetap aktif, produktif, dan terus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
“Lansia sesungguhnya menjadi tanggung jawab negara. Saya berharap Sekolah Lansia ini mendapat dukungan dari pemerintah kota maupun pemerintah provinsi,” tegasnya.
Selain menjadi wadah silaturahmi, Supa’ad menilai para peserta Sekolah Lansia masih menjaga kuat semangat gotong royong. Setiap kegiatan, kata dia, para anggota secara sukarela mengumpulkan iuran sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Nilai sosial seperti ini luar biasa dan mulai jarang ditemukan. Mereka juga memiliki berbagai hasil keterampilan yang bisa terus dikembangkan sehingga dapat menjadi aktivitas yang bermanfaat sekaligus menunjang produktivitas para lansia,” pungkasnya.













Discussion about this post