TARAKAN, ALINEA62 – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Supa’ad Hadianto mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani kepemimpinan dan akhlak Rasulullah.
Hal itu disampaikan Supa’ad saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin, Jalan Anggrek RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pengasuh Majelis Sholawat Kota Tarakan Mardiono, KH Zainudin Dalila, takmir masjid, Ketua RT 15, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga dan jamaah setempat.
Dalam sambutannya, Supa’ad mengatakan Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Pada malam hari ini kita berkumpul di tempat yang baik ini untuk mengenang kembali lahirnya pemimpin dunia yang membawa rahmat bagi alam, rahmat bagi kita semua,” kata Supa’ad.
Ia juga memberikan apresiasi kepada takmir Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin yang konsisten menggelar kegiatan keagamaan. Supa’ad berharap tradisi tersebut terus dijaga dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Takmir dan seluruh jajaran Takmir Masjid. Semoga apa yang kita lakukan ini terus-menerus kita jalankan,” ujarnya.
Supa’ad juga menyampaikan rencananya untuk hadir dalam kegiatan masyarakat di RT 15, termasuk agenda reses dan kunjungan daerah pemilihan (kundapil).
“Saya belum pernah reses atau kundapil di RT 15 ini. Insyaallah nanti pada saatnya saya akan hadir dan mengundang Bapak-Ibu dalam kegiatan-kegiatan kedewanan saya,” katanya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad mengatakan sejumlah bidang yang menjadi tanggung jawabnya meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut menyinggung sejumlah program yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, terutama beasiswa pendidikan dan kepesertaan BPJS yang dibiayai pemerintah provinsi.
“Saya sering disebut Bapak Beasiswa karena paling sering mengurusi beasiswa anak-anak Kota Tarakan. Kemudian juga sering disebut Bapak BPJS, karena memang sering dikirimi KTP dan KK untuk dimasukkan menjadi penerima BPJS gratis yang dibiayai pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Supa’ad juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan aspirasi maupun mengikuti aktivitasnya sebagai wakil rakyat. Ia menyebut akun media sosialnya menggunakan nama Supa’ad Hadianto Official di Facebook, Instagram, TikTok hingga YouTube.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi salah satu sarana komunikasi dengan masyarakat karena seorang anggota DPRD tidak mungkin bertemu dengan seluruh konstituennya setiap waktu.
KH Zainudin: Kebaikan Menentukan Cara Kita Diingat
Sementara itu, tausiah Maulid disampaikan KH Zainudin Dalila. Ia mengajak jamaah terus mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW agar semakin mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah.
KH Zainudin menekankan bahwa Rasulullah SAW tetap dikenang lebih dari 1.400 tahun setelah kelahirannya karena akhlak dan kebaikan yang ditinggalkan.
“Kalau mau diingat orang yang baik, bikin bagus seperti Nabi Muhammad,” pesannya.
Ia kemudian membandingkan Rasulullah dengan Firaun. Keduanya sama-sama dikenang hingga sekarang, tetapi dengan alasan yang berbeda.
“Nabi Muhammad diingat orang karena baik. Firaun diingat orang karena jahat,” ujarnya.
Menurut KH Zainudin, manusia seharusnya berusaha meninggalkan sesuatu yang bermanfaat agar kebaikannya tetap hidup melalui ingatan orang lain.
“Ingatan orang kepadamu adalah umurmu yang kedua,” tuturnya.
Ia mencontohkan Rasulullah SAW yang wafat pada usia 63 tahun. Namun, keteladanan Nabi Muhammad tetap hidup dan diperingati umat Islam hingga saat ini.
“Lebih panjang ingatan orang daripada umurnya yang sesungguhnya,” katanya.
KH Zainudin mengajak jamaah memikirkan warisan kebaikan yang dapat ditinggalkan untuk generasi berikutnya, baik berupa ilmu, pendidikan, amal maupun pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Ia mencontohkan Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin yang dapat menjadi salah satu bentuk warisan kebaikan.
“Seratus tahun yang akan datang masjid ini masih berdiri. Disebut orang siapa yang membangun, siapa pengurusnya. Itu yang bikin diingat,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menerapkan nilai kepemimpinan, akhlak dan kebaikan yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.













Discussion about this post