TARAKAN, ALINEA62 – DPC Partai Demokrat Kota Tarakan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah di Sekretariat DPC Partai Demokrat Tarakan, Selasa (1/9/2026) malam. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah.
Peringatan Maulid Nabi yang dimulai pukul 19.30 Wita tersebut mengusung tema “Meneladani Kepemimpinan Rasulullah, Menegakkan Politik Moral, Rasa Syukur Rasa Cinta, Perekat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial”.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tarakan sekaligus Wakil Ketua DPRD Tarakan, Herman Hamid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Hari ini DPC Partai Demokrat Kota Tarakan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema meneladani kepemimpinan Rasulullah, sifat siddiq-nya, rasa syukurnya, dan terutama kepedulian sosialnya. Ini sejalan dengan semangat Partai Demokrat untuk terus bersama rakyat,” kata Herman.
Acara tersebut dihadiri pengurus partai, perwakilan PDRI, tokoh masyarakat, serta lebih dari 100 ibu-ibu dari sembilan kelompok selawat.
Sembilan kelompok selawat itu berasal dari sejumlah wilayah di Tarakan, di antaranya Kelurahan Sebengkok, Kampung Satu, Pamusian, dan Selumit Pantai.
“Secara khusus ada sembilan kelompok selawat yang hadir. Sebelumnya kami juga telah membantu pengadaan seragam selawat untuk mereka, dan malam ini semua hadir bersilaturahmi mengenakan seragam masing-masing,” ujarnya.
Herman mengatakan kegiatan kelompok selawat diharapkan terus berkembang. Dia bahkan memiliki wacana menghidupkan kembali perlombaan seni rebana sebagai wadah menyalurkan bakat sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
“Harapan kami kelompok-kelompok selawat ini terus berkembang. Di tengah kesibukan masing-masing dan gempuran dunia maya, kegiatan seperti ini menjadi sarana efektif untuk menjaga keakraban, menyalurkan bakat, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di tengah maraknya isu LGBT. Menurutnya, perhatian keluarga menjadi penting agar anak-anak tidak mudah terpengaruh lingkungan.
“Ibu-ibu harus memberikan perhatian serius. Sekarang ini iming-iming atau rayuan dari lingkungan LGBT sangat mengkhawatirkan, mereka berani keluar uang banyak untuk merayu anak-anak kita yang sedang tumbuh dewasa. Jangan sampai Kota Tarakan yang kita cintai ini terus terdampak,” ujarnya.
Herman menyebut DPRD Tarakan juga tengah mendorong langkah legal formal melalui pembentukan regulasi daerah. Menurutnya, aturan tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki dasar hukum yang jelas dalam menangani persoalan tersebut.
“Makanya waktu saya pimpin, kami putuskan untuk mendorong pembentukan Perda agar pemerintah punya payung hukum yang kuat untuk bertindak. Ormas Islam dan tokoh masyarakat juga butuh kepastian aturan ini agar tindakan di lapangan tidak berbenturan secara hukum,” tegasnya.
Sementara itu, penceramah Ustadz Muhammad Fadli Dalila mengajak jemaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya.
Dalam tausiyahnya, ia mengulas sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW serta perjuangan dakwah Rasulullah. Ia juga mengingatkan jemaah untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup Nabi yang telah menjadi yatim sejak dalam kandungan.
“Ketahuilah para hadirin, peringatan maulid ini bukan acara yang biasa-biasa saja. Jangan dikira ini tidak ada keberkahan. Di dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ada keberkahan besar yang kelak bisa menjadi kebanggaan dan tabungan bagi kita semua di alam kubur,” kata Ustadz Muhammad Fadli.
Ia juga menyampaikan kisah tentang Abu Lahab yang disebut mendapat keringanan azab setiap Senin karena pernah bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan memperbanyak amal kebaikan.
Ustadz Muhammad Fadli mengingatkan setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah dan keteladanan terhadap akhlaknya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.













Discussion about this post