TARAKAN, ALINEA62 – Laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di Kota Tarakan. Ratusan suporter dari kedua kubu memadati Mitra Cafe di Gita Jalatama untuk mengikuti nonton bareng (nobar) pertandingan yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari.
Suasana berlangsung meriah sejak kick-off hingga peluit panjang dibunyikan. Sorak sorai pendukung kedua tim silih berganti mengiringi jalannya pertandingan.
Di tengah antusiasme tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, turut hadir menyaksikan laga bersama masyarakat. Seperti halnya para suporter lainnya, Supa’ad juga memiliki tim favorit. Pada momen final Piala Dunia 2026 ini, ia menjagokan Timnas Argentina dan berharap La Albiceleste mampu kembali menunjukkan permainan terbaiknya sekaligus meraih gelar juara.
Namun, hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapannya. Supa’ad mengaku Argentina gagal menampilkan performa yang selama ini menjadi ciri khas tim berjuluk La Albiceleste tersebut.
“Kita melihat satu pertandingan yang luar biasa. Namun, tidak sesuai dengan ekspektasi saya sebagai pendukung Argentina. Karena kita tidak melihat bagaimana Argentina bermain dengan cantik sebagai salah satu tim terbaik di dunia,” ujarnya usai pertandingan.
Menurut legislator daerah pemilihan Kota Tarakan itu, permainan Argentina pada laga final terlihat kurang berkembang, terutama dalam membangun serangan.
“Sangat monoton dan cenderung tidak mempunyai kreativitas untuk menyerang. Ya, itulah sepak bola. Mungkin Argentina belum bisa menampilkan performa terbaik seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya,” katanya.
Meski demikian, Supa’ad menegaskan hasil pertandingan bukanlah hal yang harus dipersoalkan secara berlebihan. Baginya, menang maupun kalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari olahraga.
“Selamat untuk Spanyol. Menang-kalah itu biasa dalam sepak bola. Yang paling penting adalah bagaimana kita tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ucapnya.
Ia menilai kegiatan nobar tidak hanya menjadi ajang menikmati pertandingan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Menurutnya, perbedaan dukungan terhadap sebuah tim seharusnya tidak menjadi alasan munculnya perselisihan.
“Semoga nobar ini bisa menjadi ajang sportivitas, sehingga kita tidak perlu larut dalam kekecewaan, khususnya bagi para penggemar Argentina,” tuturnya.
Supa’ad berharap semangat sportivitas yang ditunjukkan para suporter selama nobar dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan pilihan, baik di dunia olahraga maupun dalam kehidupan sehari-hari, menurutnya harus disikapi dengan saling menghormati.
Hingga acara berakhir, suasana di Mitra Cafe tetap berlangsung aman dan kondusif. Pendukung Argentina maupun Spanyol menikmati pertandingan dengan tertib, saling bersalaman setelah laga usai, dan meninggalkan lokasi dengan penuh keakraban.
Bagi Supa’ad, itulah makna sesungguhnya dari sepak bola. Bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana olahraga mampu menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan sportivitas di tengah masyarakat.













Discussion about this post