TARAKAN, ALINEA62 – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara) berlangsung tanpa aksi demonstrasi. Sejumlah serikat pekerja memilih mengisi momentum ini dengan kegiatan sosial serta forum diskusi ketenagakerjaan.
Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kaltara, Raden Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya tetap turun ke jalan pada 1 Mei, namun bukan untuk melakukan unjuk rasa. “Kegiatan difokuskan pada aksi berbagi kepada buruh, penyapu jalan, dan masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya Rabu (29/4/2026).
Aksi sosial tersebut dijadwalkan berlangsung usai salat Jumat. Selain pembagian sembako, rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam sehat dan kerja bakti di kawasan Juata Permai.
Di sisi lain, KSBSI menyiapkan forum dialog sebagai ruang membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan. Beberapa isu yang diangkat antara lain dorongan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190, pembatasan sistem outsourcing, revisi undang-undang ketenagakerjaan, hingga penyediaan perumahan bagi buruh.
KSBSI juga menyoroti belum terbentuknya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kalimantan Utara. Forum diskusi ini dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi, termasuk mendorong percepatan pembentukan PHI di daerah tersebut.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dijadwalkan pada 12 Mei, dengan agenda konsolidasi organisasi serta pembahasan isu-isu strategis ketenagakerjaan.
Sementara itu, Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Indonesia (FSP Kahutindo) Kaltara juga menggelar May Day Expo 2026 yang berlangsung pada 30 April hingga 13 Mei di kawasan Bandara Mulawarman.
Kegiatan tersebut diawali dengan apel dan konvoi yang diperkirakan diikuti sekitar 1.000 peserta, melintasi sejumlah ruas jalan utama di Tarakan. “Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan, hiburan, serta pembagian doorprize bagi peserta,” jelasnya.
Dari sektor transportasi online, Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) Kaltara turut menyampaikan aspirasi dalam momentum May Day. Mereka menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah pengemudi dan pesanan di Kota Tarakan.
Ketua SePOI Kaltara, Misyadi berharap adanya fasilitasi dari pihak kepolisian untuk menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah, khususnya terkait pengaturan dan regulasi transportasi online di daerah.













Discussion about this post