TARAKAN, ALINEA62– Kebersamaan dan silaturahmi dinilai menjadi kunci utama menjaga kekompakan organisasi masyarakat. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Partai NasDem, Supa’ad Hadianto, saat menghadiri arisan dan silaturahmi Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) Kota Tarakan di Kompleks Perumahan Intraca, Minggu (7/6/2026).
Di hadapan puluhan warga, Supa’ad mengajak seluruh anggota Jawara untuk terus menjaga tradisi berkumpul dan mempererat hubungan antarsesama perantauan.
“Kalau kita mau kuat, kita harus bersatu. Kalau mau bersatu, salah satunya adalah sering-sering bersilaturahmi dan bertatap muka,” kata Supa’ad.
Penasehat Pakuwaja Kota Tarakan itu mengatakan kegiatan sederhana seperti arisan memiliki peran penting dalam membangun solidaritas dan menjaga eksistensi organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat lahir dari proses panjang yang dibangun secara konsisten.
“Tidak ada sesuatu yang langsung besar. Semua diawali dari hal-hal kecil dan fundamental,” ujarnya.
Supa’ad juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan warga asal Blora dan Cepu. Ia mengenang keberadaan paguyuban warga Blora di Tarakan yang pernah aktif sekitar tahun 2007 hingga 2008.
“Saya masih ingat dulu paguyuban Blora pernah ada di Gunung Lingkas. Bahkan pernah ada usulan pengadaan gamelan saat itu,” kenangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kaltara itu menyerahkan bantuan berupa speaker aktif untuk mendukung kegiatan Jawara. Bantuan diberikan setelah menerima informasi mengenai kebutuhan organisasi dari pengurus.
“Saya tidak pandai berjanji. Kalau ada rezeki saya bantu, kalau belum bisa ya saya bilang belum bisa. Tapi menurut saya yang paling dibutuhkan sekarang adalah sound system,” katanya.
Selain itu, Supa’ad juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui media sosial pribadinya agar warga dapat menyampaikan aspirasi maupun berbagai persoalan yang dihadapi.
Ia berharap kegiatan silaturahmi Jawara terus berjalan secara rutin meski jumlah peserta yang hadir belum banyak. Menurutnya, keberlangsungan organisasi ditentukan oleh konsistensi anggotanya dalam menjaga kebersamaan.
“Walaupun yang hadir 30 atau 40 orang, kegiatan harus tetap berjalan. Karena ini yang membuat organisasi tetap hidup dan kuat,” pungkasnya.













Discussion about this post