TARAKAN, ALINEA62 — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak di Hotel Royal Tarakan, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan sekaligus memperketat proses seleksi calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Kaltara.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, mengatakan pelaksanaan Muscab kali ini mengedepankan prinsip demokrasi melalui musyawarah mufakat. Ia juga menyebut dirinya mendapat mandat dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, untuk memimpin jalannya Muscab di Kalimantan Utara.
Menurut Zainul, seluruh kader di tingkat DPC diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti kontestasi calon ketua. Namun, proses penentuan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan penjaringan hingga uji kelayakan dan kepatutan.
“Nantinya akan diputuskan oleh DPP melalui proses penjaringan hingga uji kelayakan dan kepatutan,” ujar Zainul.
Ia menambahkan, mekanisme tersebut dirancang untuk menghasilkan pemimpin DPC yang memiliki kapasitas, rekam jejak, dan integritas, sekaligus menjaga soliditas internal partai. Para kader yang mengikuti proses seleksi tetap dirangkul sebagai bagian dari kekuatan partai di daerah.
Selain fokus pada regenerasi, PKB Kaltara juga mulai melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2029. Target yang dipasang tidak hanya peningkatan suara dan kursi legislatif, tetapi juga membuka peluang mengirim perwakilan ke DPR RI.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, menegaskan bahwa Muscab diikuti seluruh pengurus DPC se-Kaltara dan menjadi momentum penting dalam pembentukan kepemimpinan baru.
“Dalam Muscab ini akan dibacakan bakal calon ketua DPC. Bisa tiga sampai lima nama, dan masih terbuka usulan tambahan dari peserta,” kata Herman.
Ia menjelaskan, proses seleksi kini diperketat melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang wajib diikuti seluruh calon. Proses ini melibatkan pihak eksternal untuk menilai kemampuan dan kapasitas kandidat secara objektif.
Menurut Herman, langkah tersebut diambil untuk memastikan kepengurusan yang terbentuk lebih solid dan siap menghadapi persaingan politik yang semakin ketat.
Ia juga menekankan bahwa PKB Kaltara tidak hanya menargetkan peningkatan kursi legislatif, tetapi juga mendorong kader internal untuk maju dalam kontestasi eksekutif di masa mendatang.
“Ke depan kita ingin kader sendiri yang maju memimpin daerah. Partai politik adalah tempat mencetak calon pemimpin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herman menyebut evaluasi kinerja DPC dilakukan secara berkala setiap tiga bulan dengan indikator yang terukur, mulai dari program kerja hingga kedekatan dengan masyarakat. “Semua berbasis kinerja, bukan berdasarkan selera,” kata Herman.












Discussion about this post