TARAKAN, ALINEA62 – Sebanyak 9 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan ditutup sementara. Penghentian operasional ini dilakukan menyusul temuan persoalan sanitasi dan pengelolaan limbah di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi Badan Gizi Nasional tertanggal 31 Maret 2026.
Dalam surat itu dijelaskan, sejumlah dapur MBG belum memenuhi standar dasar, seperti belum tersedianya instalasi pembuangan air limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Mempertimbangkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka operasional dihentikan sementara,” demikian kutipan isi surat.
Dapur MBG yang terdampak tersebar di sejumlah wilayah di Tarakan, di antaranya Juata, Pamusian, Karang Anyar, hingga Lingkas Ujung.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG se-Tarakan, Dewi Rahmawati, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut. “Iya benar,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait kabar penutupan 9 dapur MBG, Rabu (1/4/2026).
Dewi menjelaskan, sejak awal setiap dapur memang dituntut memiliki sistem IPAL yang memadai. Namun, masih ada beberapa dapur yang belum memenuhi ketentuan tersebut, sehingga harus ditutup sementara dan diminta segera melengkapinya. Menurutnya, langkah ini dilakukan agar penerima manfaat tetap mendapatkan layanan yang aman dan berkualitas.
Sementara itu, salah satu mitra dapur yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, penutupan sementara tersebut berkaitan dengan persoalan IPAL dan kelengkapan dokumen sanitasi. “Karena IPAL sama SLHS,” singkatnya.
Selain penghentian operasional, pengelola dapur juga diminta segera melakukan pembenahan, mulai dari penyediaan fasilitas IPAL hingga melengkapi dokumen sanitasi yang dipersyaratkan.
Penutupan ini bersifat sementara. Operasional dapur baru dapat kembali berjalan setelah seluruh standar yang ditetapkan terpenuhi dan diverifikasi oleh pihak terkait. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan program MBG di Tarakan tetap berjalan aman serta memenuhi standar kesehatan bagi para penerima manfaat.













Discussion about this post