TARAKAN, ALINEA62 – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kota Tarakan mengawali agenda kegiatan tahun 2026 dengan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar Sekretariat LPADKT, kawasan Pasir Putih, Sabtu (31/1/2026).
Ketua DPC LPADKT Kota Tarakan, Robinson Usat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian sosial yang akan dijalankan secara berkelanjutan sepanjang tahun.
“Hari ini kami fokus bersih-bersih di sekitar sekretariat. Ke depan, kami rencanakan bakti sosial bersama masyarakat, termasuk di kawasan wisata, taman, hingga kampung-kampung,” kata Robinson.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial LPADKT dijadwalkan secara bertahap dengan menyesuaikan waktu dan kesiapan anggota. Keikutsertaan anggota bersifat sukarela mengingat sebagian besar memiliki kesibukan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.
“Tidak ada paksaan. Kalau sempat, silakan hadir. Kalau tidak, kami pahami. Yang penting kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Robinson juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut memiliki tujuan baik, namun perlu pengawasan ketat serta pemerataan pelaksanaan, khususnya di wilayah pinggiran dan pedalaman.
“Jangan hanya terfokus di perkotaan. Sekolah-sekolah di pedalaman juga harus mendapat perhatian,” tegasnya.
Ia menyebut masih banyak wilayah yang belum tersentuh MBG akibat keterbatasan fasilitas dapur dan sarana pengolahan makanan sesuai regulasi.
Selain pemerataan, Robinson juga meminta pengawasan ketat terhadap penyedia MBG, menyusul munculnya kasus dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah.
“Pengawasan harus detail, dari proses memasak, penyimpanan, sampai pendistribusian. Ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan,” katanya.
Robinson turut menyinggung besarnya anggaran MBG di tengah persoalan kesejahteraan tenaga honorer yang belum terselesaikan. Menurutnya, masih banyak honorer yang menerima upah rendah meski telah mengabdi bertahun-tahun.
“Upah layak itu hak semua. Pemerintah harus lebih adil dan memprioritaskan honorer lama saat pengangkatan PPPK,” pungkasnya.













Discussion about this post