TARAKAN, ALINEA62– Ratusan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Tarakan Art and Convention Center (TACC), Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (23/8/2026). Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya UT mencetak sumber daya manusia yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, mengatakan lulusan UT diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pembangunan di daerah.
“Kami berharap alumni kita bisa menjadi champion, jadi inspirator dan sekaligus pelaku utama pembangunan di Kalimantan Utara,” kata Prof Ali saat menghadiri wisuda UT di TACC Tarakan.
Menurutnya, kehadiran UT di Kaltara memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat yang terkendala jarak dan kondisi geografis.
Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, kata Ali, membutuhkan SDM berkualitas, tangguh, adaptif, disiplin, dan mandiri untuk mendukung percepatan pembangunan.
“UT hadir untuk Indonesia, hadir untuk daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan karena terkendala wilayah, jarak, dan berbagai hal, khususnya geografis,” ujarnya.
Prof Ali menyebut UT telah memiliki lebih dari 2,3 juta alumni secara nasional. Khusus Kaltara, jumlah alumni UT telah mencapai lebih dari 6.000 orang.
Dia berharap para alumni tersebut dapat memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Ilmu yang didapat dari UT langsung bisa dipraktikkan, diterapkan. Itulah kelebihan mahasiswa dan alumni UT,” katanya.
Direktur UT Tarakan Jeji Muhammad Najib mengatakan, saat ini terdapat sekitar 612 mahasiswa UT yang tersebar di seluruh wilayah Kaltara.
Mahasiswa tersebut bahkan berada di sejumlah wilayah dengan tantangan geografis cukup berat, seperti Krayan, Krayan Selatan hingga Kinabalu.
“Patut kita acungi jempol karena mereka mampu menaklukkan wilayah geografis yang sedemikian berat,” kata Jeji.
Untuk memudahkan mahasiswa mengikuti perkuliahan, UT terus mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Salah satunya melalui ujian online berbasis perangkat mobile.
Dengan sistem tersebut, mahasiswa memiliki fleksibilitas dalam menentukan metode belajar maupun mengikuti ujian.
“Metode belajar seperti apa yang mereka sukai, itu yang mereka pilih. Kemudian ujian seperti apa yang mereka mau, itu yang mereka pilih. Di mana tempatnya, kapan, mereka bisa menentukan,” jelasnya.
Jeji menuturkan inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen UT agar mahasiswa yang berada di wilayah 3T tidak semakin jauh dari akses pendidikan tinggi.
Menurutnya, teknologi memungkinkan UT mendekatkan layanan pendidikan kepada mahasiswa tanpa mengharuskan mereka meninggalkan daerah asal.
“Dengan berbagai inovasi tersebut, UT semakin mendekati mereka,” pungkasnya.










Discussion about this post