TARAKAN, ALINEA62– Program Sekolah Rakyat dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui pola pendidikan berasrama yang memadukan pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan pengembangan bakat, sekolah ini diyakini mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Optimisme tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan, Jumat (10/7/2026). Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang yang perlu mendapat dukungan semua pihak.
“Program ini bukan sekadar memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan keterampilan anak-anak. Saya optimistis Sekolah Rakyat mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di masa depan,” ujar Yunus.
Dalam kegiatan tersebut, Yunus meninjau langsung fasilitas pendidikan, asrama, hingga sistem pembinaan yang diterapkan kepada para siswa. Ia mengapresiasi konsep pendidikan terpadu yang tidak hanya menitikberatkan pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan, gizi, dan pembinaan karakter peserta didik.
Yunus juga menilai perkembangan yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang apabila memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat.
Meski demikian, ia mengingatkan keberhasilan program tersebut juga membutuhkan dukungan keluarga. Menurutnya, orang tua perlu memiliki komitmen agar anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terganggu oleh persoalan ekonomi jangka pendek.
“Kalau sekolah sudah memberikan fasilitas yang baik, maka orang tua juga harus mendukung. Pendidikan adalah bekal terbaik untuk mengubah masa depan anak-anak,” katanya.
Ia berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan dapat menjadi contoh penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kalimantan Utara sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.








Discussion about this post