TARAKAN, ALINA62 – Masih banyak tamu hotel yang datang ke Kalimantan Utara belum mengetahui destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang mengemuka dalam audiensi antara Komisi IV DPRD Kalimantan Utara dan Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Utara di Hotel Padmaloka, Kamis (6/8/2026).
Minimnya informasi mengenai potensi wisata dinilai menjadi tantangan yang perlu segera diatasi melalui kolaborasi antara pelaku industri perhotelan dan pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, mengatakan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan antara IHGMA dengan Dinas Pariwisata agar pengembangan sektor wisata dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kami akan mengundang teman-teman IHGMA bersama dinas terkait dalam agenda reses nanti. Tujuannya agar kita bisa berdiskusi lebih akurat dan aktual mengenai kebutuhan pengembangan pariwisata di Kalimantan Utara,” ujar Supa’ad.
Menurutnya, perhotelan memiliki peran strategis dalam mempromosikan destinasi wisata. Sebab, hotel menjadi salah satu tempat pertama yang didatangi wisatawan saat berkunjung ke daerah.
Karena itu, ia mendorong agar seluruh jajaran perhotelan hingga Duta Pariwisata di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi dapat dilibatkan sebagai ujung tombak promosi wisata Kalimantan Utara.
Selain membahas promosi wisata, IHGMA juga menyampaikan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan sertifikasi bagi para general manager hingga jajaran manajemen di bawahnya. Organisasi tersebut juga berharap adanya payung hukum yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Supa’ad menyatakan Komisi IV DPRD Kaltara mendukung penuh aspirasi tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan perhotelan dan citra pariwisata Kalimantan Utara.
Ia juga mengapresiasi perkembangan tenaga kerja lokal di sektor perhotelan. Jika tiga hingga empat tahun lalu masih banyak tenaga ahli didatangkan dari luar daerah, kini mayoritas posisi di industri perhotelan telah diisi oleh putra-putri Kalimantan Utara.
“Ini perkembangan yang baik. Tinggal bagaimana kualitas SDM terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan mendukung kemajuan sektor pariwisata,” pungkasnya.













Discussion about this post