SEBATIK, ALINEA62 – Di wilayah perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Masjid Islahul Ummah dengan segala keterbatasannya berupaya menjaga dan menyampaikan amanah ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang dititipkan oleh jamaah, khususnya pada bulan Ramadhan 1447 H.
Imam Masjid Islahul Ummah, Bustan Arifin, menyampaikan bahwa zakat fitrah yang terkumpul tahun ini berupa beras sebanyak 279,5 kg dan uang sebesar Rp7.175.000,-, serta infak sebesar Rp1.790.000,-.
Beliau menuturkan bahwa seluruhnya merupakan amanah dari jamaah yang insya Allah telah disalurkan kepada 73 orang mustahik yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya RT 1 Desa Tanjung Harapan serta RT 11 dan RT 12 Desa Sungai Nyamuk yang berada di Kecamatan Sebatik Timur.
“Kami hanya berusaha menyampaikan amanah ini. Apa yang terkumpul tidak seberapa, namun mengalami peningkatan tahun ini. Semoga bisa sedikit membantu saudara-saudara kita,” ujarnya.
Dalam proses penghimpunan ZISWAF, tidak hanya jamaah umum yang berpartisipasi, tetapi juga ibu-ibu binaan TPQ Al Hiro yang dengan penuh keikhlasan turut menunaikan zakat melalui UPZ Masjid Islahul Ummah.
Hal ini menjadi bagian dari pembinaan yang terus diupayakan agar semangat beribadah dan berbagi dapat tumbuh di tengah masyarakat.
Selain itu, siswa-siswi PAUD dan SD Islam Al Hiro yang berada di bawah naungan Yayasan Muslih Center Kaltara juga turut dilibatkan dalam penyaluran ZISWAF. Dengan pendampingan para guru, anak-anak diajak belajar langsung tentang nilai kepedulian dan berbagi kepada sesama.
Suasana haru pun menyertai proses penyaluran. Tidak sedikit para mustahik yang menerima bantuan tampak terharu, bahkan meneteskan air mata. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan yang mungkin terasa sederhana ini benar-benar dibutuhkan oleh mereka.
Ketua yayasan, Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Si (Han), menyampaikan bahwa semua yang dilakukan masih jauh dari sempurna.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Namun kami hanya berusaha menjaga amanah ini. Melihat saudara-saudara kita yang membutuhkan, semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbagi,” ungkapnya.
Dengan segala kesederhanaan yang ada di wilayah perbatasan ini, pengurus masjid dan yayasan berharap semangat berbagi dan kepedulian dapat terus dijaga, serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.








Discussion about this post