TARAKAN, ALINEA62– Persatuan dan kepedulian sosial menjadi modal penting bagi masyarakat perantauan untuk berkembang sekaligus berkontribusi bagi daerah tempat tinggalnya. Peran tersebut juga membutuhkan komunikasi yang baik antara paguyuban, masyarakat, dan pemerintah.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, saat menghadiri kegiatan Paguyuban Sedulur Wong Tulungagung di Jalan Matahari, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, Minggu (25/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Supa’ad mengajak keluarga besar paguyuban untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat hubungan persaudaraan, tidak hanya dengan sesama warga asal Tulungagung, tetapi juga dengan masyarakat dari berbagai latar belakang di Tarakan.
Menurut dia, paguyuban memiliki peran penting sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
“Tujuan kita bersilaturahmi bukan hanya untuk mempererat persaudaraan sesama orang Jawa, tetapi juga dengan saudara-saudara kita dari berbagai daerah yang hidup bersama di Kota Tarakan,” ujarnya.
Supa’ad juga berbagi pengalaman ketika dipercaya memimpin organisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa membangun organisasi membutuhkan proses, kesabaran, serta kekuatan internal yang dibangun melalui kebersamaan.
Menurut dia, keterbatasan sumber daya tidak seharusnya menjadi penghalang bagi sebuah organisasi untuk berkembang. Hal terpenting adalah menjaga kekompakan dan memastikan setiap anggota memiliki semangat untuk berkontribusi.
“Dalam membangun organisasi, yang pertama harus dilakukan adalah memperkuat internal. Kalau persatuan dan kekuatan mental kita terjaga, insyaallah berbagai tantangan bisa dihadapi bersama,” katanya.
Ia juga menilai pemimpin harus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Seorang pemimpin, kata dia, perlu lebih banyak mendengar, turun langsung, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Supa’ad mengibaratkan seorang pemimpin seperti lautan yang mampu menampung berbagai hal tanpa kehilangan kemampuannya untuk tetap memberi manfaat.
“Pemimpin harus memiliki hati yang luas dan kesabaran. Kita harus mau mendengar masyarakat, tidak merasa selalu benar, dan berusaha mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” tuturnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltara yang membidangi kesejahteraan rakyat, Supa’ad menyebut dirinya memiliki perhatian terhadap sejumlah persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kegiatan keagamaan.
Ia membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan penyampaian aspirasi, termasuk terkait akses layanan kesehatan dan kesempatan kerja.
Supa’ad juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Meski demikian, ia menyatakan akan berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, Supa’ad turut menekankan pentingnya keterbukaan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui kegiatan dan upaya yang dilakukan wakilnya, sehingga komunikasi serta kepercayaan publik dapat terus terjaga.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sedulur Wong Tulungagung Tarakan, Edy Wibowo Buwono, mengapresiasi kehadiran Supa’ad Hadianto dalam kegiatan tersebut.
Menurut Edy, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi dan kebutuhan warga secara langsung.
Ia berharap komunikasi antara paguyuban dan para pemangku kepentingan dapat terus terjalin, sehingga keberadaan organisasi masyarakat tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memperkuat solidaritas serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan silaturahmi itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarangggota paguyuban sekaligus menjaga kebersamaan dengan masyarakat Kota Tarakan yang berasal dari beragam daerah.









Discussion about this post