TARAKAN, ALINEA62– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, saat menghadiri puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Jami’ Al-Miftah, Kelurahan Kampung 1 Skip, Tarakan, Senin (24/8/2026).
Menurut Supa’ad, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak Rasulullah, khususnya kepada generasi muda.
“Pendidikan itu bukan hanya dari segi intelektual, tetapi kesalehan anak-anak itu yang sangat penting,” kata Supa’ad.
Ia menilai pembentukan karakter anak perlu berjalan beriringan dengan pendidikan intelektual. Nilai agama dan akhlak, kata dia, menjadi pondasi penting agar anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepribadian dan perilaku yang baik.
Supa’ad juga menyoroti pentingnya peran lingkungan masjid dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, berbagai kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam.
Puncak Maulid Nabi di Masjid Al-Miftah tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan yang sebelumnya diisi dengan Semarak Lomba Islami.
Dalam kegiatan tersebut, Supa’ad turut hadir dan membuka lomba yang melibatkan anak-anak. Kegiatan itu menjadi salah satu upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan.
Ia mengapresiasi Takmir Masjid Al-Miftah, para ustaz dan ustazah serta masyarakat yang terus menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak.
Supa’ad berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
“Saya justru berharap kepada masyarakat dan pemerintah agar terus bisa melanjutkan kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pembinaan keagamaan sejak usia dini akan terlihat ketika anak-anak melanjutkan pendidikan ke jenjang SD, SMP hingga SMA.
“Pada saat dia masuk SD, SMP, SMA, akan nampak kehadiran dan hasil daripada pembinaan para ustaz dan ustazah ini,” tuturnya.
Karena itu, Supa’ad mendorong masyarakat dan pemerintah untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan agama dan pembentukan karakter anak.
Ia berharap keteladanan Rasulullah tidak hanya diperingati melalui Maulid Nabi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari karakter generasi muda.













Discussion about this post