TARAKAN, ALINEA62— Kehadiran Anggota DPRD Kalimantan Utara sekaligus Dewan Penasihat Paguyuba Keluarga Jawa (Pakuwaja) Tarakan, Supa’ad Hadianto, mendapat apresiasi dari Ketua Ikatan Keluarga Jawa Blora Kota (Jawara) Tarakan, Gianto.
Gianto menilai Supa’ad tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga menunjukkan kepedulian sebagai bagian dari keluarga besar warga Blora di perantauan.
Apresiasi tersebut disampaikan Gianto saat memberikan sambutan dalam kegiatan arisan dan silaturahmi bulanan Jawara Tarakan, Selasa (25/8/2026). Ia menyampaikan terima kasih kepada Supa’ad yang dinilai konsisten membantu dan meluangkan waktu untuk menghadiri berbagai kegiatan paguyuban maupun warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Supa’ad Hadianto yang selama ini selalu menyempatkan hadir dan memberikan dukungan kepada kegiatan Jawara maupun warga,” kata Gianto.
Menurut Gianto, kehadiran tokoh seperti Supa’ad penting untuk menjaga semangat kebersamaan warga Blora. Apalagi jumlah anggota Jawara kini telah mencapai ratusan kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah Tarakan.
Dengan jumlah anggota yang besar, kata dia, tidak mudah mengumpulkan seluruh warga dalam satu kesempatan. Karena itu, kegiatan rutin seperti arisan dan silaturahmi tetap harus dipertahankan agar hubungan antarwarga tidak renggang.
“Sedikit atau banyak yang hadir, yang penting Jawara tetap berjalan dan silaturahmi terus terjaga,” ujarnya.
Gianto juga memberikan apresiasi kepada para ketua soko yang selama ini menjadi penggerak kebersamaan warga di tingkat wilayah. Menurutnya, kekompakan para pengurus menjadi kekuatan utama bagi keberlangsungan Jawara.
Dalam pertemuan tersebut, Supa’ad pun menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga kekompakan. Ia meminta warga tidak membangun sekat hanya karena perbedaan pilihan maupun pandangan.
Supa’ad menilai paguyuban seharusnya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, bukan tempat membawa perbedaan politik.
Ia bahkan mengajak para ketua soko terus berkoordinasi dengan paguyuban induk agar kegiatan kebersamaan dapat dilakukan secara rutin.
Bagi Supa’ad, kekuatan paguyuban tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi terutama oleh kualitas hubungan dan kerukunan yang terbangun.
“Lebih baik sedikit tapi guyub dan rukun daripada banyak tetapi tidak harmonis,” kata Supa’ad.
Ia juga menegaskan kehadirannya dalam kegiatan Jawara tidak semata-mata karena posisi sebagai anggota DPRD Kaltara.
“Saya ini datang sebagai sesama warga Jawa. Jangan melihat saya karena jabatan, supaya tidak ada sekat,” ujarnya.
Supa’ad berharap Jawara terus menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang saling membantu bagi warga Blora yang tinggal di Tarakan.








Discussion about this post