TARAKAN, ALINEA62– Lomba keagamaan bagi anak-anak dinilai bisa menjadi lebih dari sekadar ajang mencari juara. Kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang untuk membangun karakter, menanamkan nilai agama, sekaligus mengasah kemampuan anak sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, saat membuka Semarak Lomba Islami yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Jami’ Al-Miftah, Kelurahan Kampung 1 Skip, Tarakan, Minggu (23/8/2026).
Supa’ad mengapresiasi kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut. Menurutnya, pendidikan pada usia dini merupakan pondasi penting sebelum anak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Dasar suatu bangunan itu akan kuat kalau pondasinya juga kuat. Pondasi pendidikan itu di tingkat dasar,” kata Supa’ad.
Ia menilai pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual. Pembentukan karakter dan kesalehan juga menjadi bagian penting yang harus ditanamkan sejak dini.
Menurut Supa’ad, kegiatan seperti lomba membaca Al-Qur’an, hafalan maupun berbagai keterampilan keislaman dapat memberikan ruang bagi anak untuk belajar sekaligus mengembangkan kepercayaan dirinya.
“Pendidikan itu bukan hanya dari segi intelektual, tetapi kesalehan anak-anak itu yang sangat penting,” ujarnya.
Supa’ad juga memberikan apresiasi kepada Takmir Masjid Al-Miftah serta para ustaz dan ustazah yang terus memberikan pembinaan kepada anak-anak melalui kegiatan keagamaan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Masyarakat dan pemerintah diminta ikut menjaga keberlanjutan kegiatan agar pembinaan terhadap anak dapat dilakukan secara konsisten.
“Saya justru berharap kepada masyarakat dan pemerintah agar terus bisa melanjutkan kegiatan seperti ini,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan pembinaan penting untuk melihat perkembangan anak dari tahun ke tahun. Anak yang saat ini mengikuti lomba di tingkat dasar diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan serupa dengan kemampuan dan prestasi yang semakin baik.
Supa’ad menambahkan, hasil pembinaan para ustaz dan ustazah nantinya dapat terlihat ketika anak-anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Pada saat dia masuk SD, SMP, SMA, akan nampak kehadiran dan hasil daripada pembinaan para ustaz dan ustazah ini,” tuturnya.
Karena itu, ia mendorong sinergi masyarakat dan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan dasar dan pembinaan keagamaan anak. Dengan pondasi yang kuat sejak dini, Supa’ad berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan nilai keagamaan yang baik.













Discussion about this post