TARAKAN, ALINEA62– SMP Negeri 3 Tarakan kembali menggelar Kemah Blok setelah tiga tahun tidak dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung pada 24-25 Juli 2026 itu diikuti sekitar 265 siswa baru kelas VII, serta melibatkan OSIS, Pramuka, PMR, Polisi Sekolah, hingga Paskibra.
Kepala SMP Negeri 3 Tarakan, Tri Juniarto, S.Pd., M.Pd., mengatakan Kemah Blok tahun ini dikemas sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa sekaligus dirangkaikan dengan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
“Kemah Blok dilaksanakan selama dua hari, mulai 24 sampai 25 Juli 2026 di lingkungan SMP Negeri 3 Tarakan. Kegiatan ini kami rangkai dengan Sekolah Siaga Kependudukan, penanaman pohon, serta kerja bakti bersama orang tua siswa,” kata Tri, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah mulai Jumat pukul 14.00 Wita hingga Sabtu pukul 11.00 Wita.
Selain materi dasar kepramukaan, peserta juga mengikuti dinamika kelompok, penyuluhan dari Polda Kalimantan Utara, renungan malam, api unggun, pentas seni, hingga senam bersama. Materi kepramukaan diberikan oleh pembina dari Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Kwartir Ranting (Kwarran) Tarakan Timur.
“Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan, jiwa kewirausahaan, sekaligus melatih anak-anak berinteraksi dengan masyarakat dan memahami nilai-nilai kepramukaan,” ujarnya.

Tri menjelaskan, keterlibatan orang tua menjadi salah satu ciri pelaksanaan Kemah Blok tahun ini. Orang tua tidak hanya mendukung kebutuhan konsumsi peserta, tetapi juga ikut dalam kegiatan gotong royong dan kerja bakti di lingkungan sekolah.
“Orang tua mengantar makan malam, sarapan pagi, kemudian ikut kerja bakti bersama guru dan siswa. Jadi memang ada kolaborasi antara sekolah dengan keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski disebut Kemah Blok, jumlah tenda yang digunakan tidak sebanyak kegiatan perkemahan pada umumnya. Beberapa tenda disiapkan oleh anggota Pramuka sebagai bagian dari praktik kepramukaan.
Tri mengungkapkan, kegiatan tersebut sempat terhenti sejak pandemi COVID-19. Tahun ini, Kemah Blok kembali diaktifkan seiring upaya sekolah memperkuat pendidikan karakter sekaligus mendukung penilaian Sekolah Siaga Kependudukan tingkat nasional.
“Sudah sekitar tiga tahun kami tidak melaksanakan Kemah Blok. Sekarang kami hidupkan lagi karena menjadi bagian dari penguatan karakter siswa dan mendukung program Sekolah Siaga Kependudukan,” katanya.
Ia menyebut, sejauh ini baru SMP Negeri 3 Tarakan dan SMP Negeri 1 Tarakan yang telah melaksanakan kembali kegiatan Kemah Blok di Kota Tarakan.











Discussion about this post