TARAKAN, ALINEA62 – Yayasan Almarhamah terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui berbagai program sosial dan pendidikan. Tak hanya menghadirkan Sekolah Nusantara Ramah Lansia (Nurani), yayasan ini juga menyiapkan sejumlah kegiatan pembinaan berkelanjutan tanpa memungut biaya dari peserta.
Ketua Yayasan Almarhamah, Muhammad Zulfunun, mengatakan Sekolah Lansia menjadi salah satu program unggulan yang dirancang sebagai intervensi sosial. Tujuannya mengubah lansia yang sebelumnya mengalami disfungsi sosial menjadi kembali aktif dan berperan di tengah masyarakat.
“Wisuda ini bukan akhir, tapi penanda kelulusan tahap pertama. Setelah jenjang S1, peserta bisa lanjut ke S2 dan S3 dengan capaian yang lebih tinggi,” ujar Zulfunun, Kamis (12/2/2026).
Pada jenjang S1, fokus pembelajaran adalah membangun kembali semangat dan kebahagiaan lansia melalui aktivitas sosial. Di tahap S2, peserta mulai dibekali keterampilan produktif seperti membatik dan membuat sabun. Sedangkan pada jenjang S3, lansia didorong menjadi duta lansia yang terlibat aktif di masyarakat, seperti di posyandu, TPA, hingga kegiatan sosial lainnya.
Selain Sekolah Lansia, Yayasan Almarhamah juga menghadirkan program Pesantren Lansia saat Ramadan dengan materi pembinaan keagamaan yang lebih intensif. Ada pula program BBM (Belanja Barang Si Mbah) serta pendampingan khusus bagi lansia yang tidak memungkinkan mengikuti kegiatan aktif di luar rumah.
Zulfunun menegaskan, seluruh program tersebut tidak dipungut biaya. Pembiayaan bersumber dari dana keumatan dan donasi masyarakat yang dikelola yayasan. Almarhamah juga mengelola lembaga zakat dan berkolaborasi dengan amil zakat Dompet Dhuafa Nasional.
“Dana yang terhimpun kami turunkan dalam bentuk program pemberdayaan. Jadi bukan hanya bantuan konsumtif, tapi bagaimana mengubah pola pikir dan meningkatkan keterampilan lansia agar tetap mandiri dan bermakna,” jelasnya.
Dalam proses perekrutan peserta, yayasan bekerja sama dengan RT, RW, dan kelurahan untuk mendata lansia yang memenuhi kriteria sehat dan mampu bergerak aktif. Sementara lansia yang dalam kondisi bed rest tetap mendapat pendampingan melalui program khusus yang disesuaikan dengan kondisi fisik mereka.
Secara historis, Yayasan Almarhamah sebelumnya dikenal sebagai panti jompo. Namun konsep tersebut kini diubah. Jika panti berfokus pada penampungan, Sekolah Lansia justru mengembalikan lansia ke lingkungan keluarga dengan tetap memberikan ruang aktivitas dan dukungan sosial.
“Kami ingin lansia tetap berada di tengah keluarga, tapi punya ruang untuk berkembang dan berinteraksi. Itu yang kami dorong melalui program-program ini,” tutup Zulfunun.











Discussion about this post