TARAKAN, ALINEA62– Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikritik di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tarakan, Dewi.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat atas kemasan menu yang dinilai kurang maksimal, khususnya dari SPPG Juata Laut. “Sebelumnya saya minta maaf kepada penerima manfaat yang mendapat menu yang kurang maksimal dalam pengemasannya,” ujar Dewi, Selasa (24/2/2026).
Menu MBG sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredar foto paket makanan yang disebut hanya berisi tempe, singkong, pisang, serta ayam yang dikemas menggunakan plastik biasa.
Dewi menegaskan, dari sisi komposisi, menu yang diberikan telah disusun oleh ahli gizi dan tetap mengacu pada ketentuan teknis (juknis) yang berlaku.
“Ahli gizinya sudah berupaya membuat variasi menu yang baik dengan memberikan makanan real food. Karena makanan yang diberikan harus tahan sampai sore dan memaksimalkan kandungan gizi yang baik, maka menu itu diberikan,” jelasnya.
Ia memaparkan, dalam paket tersebut terdapat ayam ungkep, tempe, singkong rebus, dan pisang. Menu disusun agar tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka, mengingat sebagian penerima manfaat sedang berpuasa.
“Dalam juknis, menu harus disusun sesuai hitungan gizi berdasarkan kelompok usia dan diberikan dalam bentuk kering, sehingga tahan hingga berbuka. Sebagian juga diberi olahan karena ada penerima manfaat yang tidak berpuasa,” terangnya.
Terkait sorotan publik, Dewi mengakui persoalan utama terletak pada kemasan. Ia menyayangkan penggunaan plastik gula sebagai pengganti plastik vakum karena stok kemasan vakum sedang habis.
“Yang saya sayangkan, sebagian menu itu dikemas dengan plastik gula. Awalnya dikemas pakai plastik vakum, jadi membuat tampilannya terlihat tidak layak,” katanya.
Ia juga menyebut, untuk setiap paket MBG, anggaran pembelian bahan baku berada di kisaran Rp10 ribu per porsi. Meski menu dipersoalkan, pihaknya memastikan komposisi tetap sesuai standar gizi dan ketentuan yang telah ditetapkan.













Discussion about this post