TARAKAN, ALINEA62 – Di saat anak-anak seusianya sibuk memikirkan mainan baru atau jajanan viral, Fadil Septian Harmoko justru memiliki cara berbeda dalam memaknai uang jajan. Siswa kelas 1.A SDN 002 Tarakan ini memilih menabung recehan demi bisa berbagi kepada sesama.
Fadil lahir pada 14 September 2018. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putra pasangan Nasrullah dan Nur Hakimah. Sehari-hari, Fadil dikenal sebagai anak yang gemar membaca dan menggambar. Ia juga memiliki cita-cita kelak ingin menjadi prajurit TNI.
Namun di balik kesehariannya sebagai bocah sekolah dasar, Fadil menyimpan kebiasaan sederhana yang sarat makna. Sejak usia sekitar 5 tahun 6 bulan, ia mulai menabung di sebuah celengan unik berbentuk tabung gas 3 kilogram.
Celengan itu ia “beri makan” secara konsisten selama lebih dari satu tahun. Uang yang ditabung bukanlah jumlah besar, melainkan recehan dari sisa kembalian jajan serta pemberian orang tua dan keluarga.
Alih-alih membelanjakan uangnya untuk mainan atau jajanan, Fadil memilih menyimpannya dengan sabar. Ia memiliki keyakinan sederhana yang diajarkan orang tuanya, bahwa setiap rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan.
Keinginan untuk berbagi itu muncul setelah Fadil melihat tayangan di YouTube tentang donasi bagi korban bencana di Aceh yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Tayangan tersebut menumbuhkan empati dalam hati kecilnya.
Ia pun bertanya kepada orang tuanya, apakah lembaga Baznas juga ada di Tarakan.
Ketika mengetahui bahwa Baznas juga hadir di kotanya, tekad Fadil semakin bulat. Ia ingin menyedekahkan seluruh isi celengan gasnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Momentum itu akhirnya tiba pada malam ke-17 Ramadan. Dengan langkah mantap, Fadil datang ke kantor Baznas Tarakan sambil memeluk erat celengan tabung gas miliknya.

Tanpa ragu, ia menyerahkan celengan tersebut untuk disedekahkan melalui Baznas.
Saat celengan dibuka, butiran koin dan lembaran uang kecil yang dikumpulkannya selama lebih dari satu tahun membuat banyak orang terkejut. Total tabungan Fadil mencapai Rp1.352.100.
Jumlah itu mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi seorang anak kecil yang menabung dari uang receh jajan, nilai tersebut menyimpan cerita ketulusan yang luar biasa.
Kisah Fadil menjadi pengingat bahwa semangat berbagi tidak mengenal usia. Dari celengan kecil berbentuk tabung gas, lahir sebuah pelajaran besar tentang empati, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama.
Celengan gas milik Fadil mungkin tampak sederhana. Namun dari situlah terpancar energi kebaikan yang mampu menghangatkan hati siapa pun yang mendengarnya. Kisahnya diharapkan dapat menginspirasi banyak orang untuk terus peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.












Discussion about this post