TARAKAN, ALINEA62— Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan siap menjalin sinergi dan kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengawal keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Manfaat (PEKA) . Langkah ini dinilai sejalan (nyambung) dengan komitmen Pemkot Tarakan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta penciptaan lapangan kerja di daerah.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tarakan, H. Khairul, usai menghadiri grand launching Program PEKA yang digelar secara serentak di Tarakan, Selasa (18/8/2026).
Wali Kota Khairul menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang meluncurkan program PEKA. Menurutnya, program ini menjadi terobosan penting untuk memastikan santunan duka yang diterima para ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif semata, melainkan dapat diputar menjadi modal usaha yang produktif. “Saya atas nama Pemerintah Kota Tarakan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas program PEKA ini. Ini adalah bagian untuk memandirikan para ahli waris agar santunan yang diterima bisa dimanfaatkan untuk hal yang produktif. Mereka dilatih keterampilan membuat produk UMKM guna melestarikan ekonomi keluarga,” ujar Khairul.
Khairul menegaskan, tujuan Program PEKA sangat selaras dengan visi pembangunan Pemkot Tarakan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja baru. “Program ini sangat nyambung dengan program kita di pemerintah kota, salah satunya pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Regional Kalimantan, Faizal Rachmat, menjelaskan bahwa program PEKA ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi dengan pusat peluncuran di Bandung. Pihaknya tidak hanya membekali peserta dengan pelatihan, tetapi juga bertanggung jawab membantu pemasaran produk. “Untuk tahap awal, produk dari hasil pelatihan PEKA ini yang akan membeli pertama kali adalah BPJS Ketenagakerjaan sendiri sebagai contoh. Setelah itu, kami kolaborasikan dengan perusahaan-perusahaan peserta kami agar produknya terus terserap dan tidak mati di tengah jalan,” tegas Faizal.
Faizal menambahkan, di setiap kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan juga akan disediakan ruang khusus atau showroom untuk memajang produk-produk UMKM karya ahli waris. Mengenai prosedur kepesertaan program, BPJS Ketenagakerjaan akan mendata dan menawarkan pelatihan ini secara langsung saat ahli waris mengajukan klaim manfaat.
Guna menyokong keberhasilan program PEKA, Pemkot Tarakan siap menerjunkan sejumlah dinas teknis dan organisasi daerah untuk mendampingi para ahli waris yang kini beralih menjadi pelaku UMKM. Sinergi tersebut akan melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja melalui program pelatihan kerja, hingga Dinas Pariwisata dari sektor ekonomi kreatif.
Dengan tersambungnya program PEKA bersama agenda pemberdayaan daerah, diharapkan para penerima manfaat dapat tumbuh menjadi wirausaha mandiri yang tangguh serta mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Kota Tarakan.













Discussion about this post