JAKARTA, ALINEA62— Samsung kembali membawa penyegaran pada lini smartphone lipat melalui Galaxy Z8 Series. Terdiri dari Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8, generasi terbaru ini menawarkan sejumlah perubahan dibandingkan pendahulunya.
Peningkatan tersebut tidak hanya menyentuh spesifikasi, tetapi juga desain, kamera, performa, layar, baterai, hingga fitur berbasis Galaxy AI.
Bagi pengguna, berbagai perubahan itu pada akhirnya bermuara pada satu hal, yakni seberapa jauh perangkat baru tersebut mampu membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis.
Lebih Tipis dan Ringan
Perubahan yang paling mudah terlihat pada Galaxy Z8 Series adalah desainnya.
Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki ketebalan 4,1 mm saat dibuka, lebih tipis dari Galaxy Z Fold7 yang mencapai 4,2 mm. Galaxy Z Fold8 memiliki ketebalan 4,5 mm saat dibuka dengan bobot 201 gram.
Sementara itu, Galaxy Z Flip8 hadir dengan ketebalan 6,1 mm saat dibuka dan bobot 180 gram. Bobot tersebut lebih ringan 8 gram dibandingkan Galaxy Z Flip7.
Pengurangan bobot dan ketebalan ini menjadi penting bagi pengguna yang membawa smartphone sepanjang hari. Perangkat yang lebih ringan tentu lebih nyaman digenggam maupun dibawa dalam saku atau tas.
Samsung juga melakukan penyesuaian pada desain bezel bagian dalam. Pada Galaxy Z Fold8, bentuk perangkat dibuat lebih lebar sehingga memberikan pengalaman berbeda ketika layar utama dibuka.
Kamera Galaxy Z Fold8 Ultra Naik Signifikan
Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian besar, terutama pada Galaxy Z Fold8 Ultra.
Perangkat ini membawa kamera utama Wide 200 MP, Ultra Wide 50 MP, serta kamera telefoto 10 MP dengan kemampuan 3x optical zoom.
Samsung juga meningkatkan aperture dibandingkan Galaxy Z Fold7. Peningkatan tersebut diklaim mampu menghasilkan kecerahan hingga 34 persen lebih tinggi sehingga membantu menghasilkan video yang lebih terang dan seimbang dalam kondisi minim cahaya.
Kamera Ultra Wide 50 MP turut menjadi peningkatan penting. Kamera tersebut dipadukan dengan ProVisual Engine untuk membantu menghasilkan gambar dengan detail yang lebih tinggi.
Kemampuan tersebut membuat Galaxy Z Fold8 Ultra semakin relevan bagi pengguna yang menjadikan smartphone sebagai perangkat untuk membuat konten, mulai dari fotografi perjalanan hingga video untuk media sosial.
Fold8 dan Flip8 Ikut Mendapat Peningkatan Kamera
Upgrade kamera juga hadir pada Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8.
Galaxy Z Fold8 membawa kamera Wide 50 MP dan Ultra Wide 50 MP. Sedangkan Galaxy Z Flip8 menggunakan kamera Wide 50 MP dan Ultra Wide 12 MP.
Khusus Galaxy Z Flip8, desain foldable memberikan fleksibilitas tersendiri ketika mengambil foto maupun video. Pengguna dapat memanfaatkan berbagai posisi perangkat untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang berbeda.
Samsung juga menghadirkan fitur My FanCam yang memungkinkan pengguna memilih seseorang dalam video dan membantu melakukan reframing secara otomatis.
Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk mengabadikan konser atau pertunjukan tanpa harus terus-menerus mengatur posisi kamera secara manual.
Performa Semakin Bertenaga
Di sektor dapur pacu, Galaxy Z8 Series juga mendapat peningkatan.
Galaxy Z Fold8 Ultra menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chipset tersebut membawa peningkatan kemampuan CPU, GPU, dan AI dibandingkan generasi sebelumnya.
Galaxy Z Fold8 menggunakan chipset yang sama dan tersedia dengan RAM hingga 16 GB serta penyimpanan hingga 1 TB.
Sementara Galaxy Z Flip8 mencatat peningkatan performa CPU hingga 30 persen, GPU 25 persen, dan kemampuan AI melalui NPU hingga 41 persen dibandingkan Galaxy Z Flip7.
Peningkatan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas seperti multitasking, pengeditan konten, menjalankan aplikasi AI, bermain gim, hingga aktivitas produktivitas lainnya.
Layar Lebih Terang
Samsung turut meningkatkan kemampuan layar pada Galaxy Z8 Series.
Pada Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8, layar cover dan layar utama memiliki tingkat kecerahan hingga 15 persen lebih tinggi dibandingkan Galaxy Z Fold7.
Galaxy Z Fold8 Ultra bahkan memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits serta Adaptive Refresh Rate hingga 120Hz.
Sementara Galaxy Z Fold8 membawa Cover Screen 5,5 inci dan layar utama 7,6 inci. Layar yang lebih lebar tersebut memberikan ruang lebih luas untuk membaca dokumen, membuka aplikasi, menonton video maupun melakukan multitasking.
Daya Tahan Baterai Ikut Ditingkatkan
Samsung juga melakukan peningkatan pada sektor baterai.
Galaxy Z Fold8 Ultra membawa baterai 5.000 mAh dengan waktu pemutaran video hingga 27 jam. Angka tersebut diklaim tiga jam lebih lama dibandingkan Galaxy Z Fold7.
Galaxy Z Fold8 menggunakan baterai 4.800 mAh dengan waktu pemutaran video hingga 26 jam.
Sedangkan Galaxy Z Flip8 membawa baterai 4.300 mAh dengan waktu pemutaran video hingga 31 jam.
Bagi pengguna yang aktif bekerja, bepergian maupun mengonsumsi konten, daya tahan baterai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan penggunaan smartphone.
Galaxy AI Semakin Terintegrasi
Selain perubahan hardware, Galaxy Z8 Series juga membawa pengalaman Galaxy AI yang lebih terintegrasi.
Pada Galaxy Z Fold8, Samsung menghadirkan Now Nudge yang dirancang memberikan rekomendasi berdasarkan konteks yang sedang ditampilkan pada layar.
Ada pula Photo Assist dan My FanCam yang menyasar kebutuhan pengguna dalam membuat maupun mengolah konten.
Sementara Galaxy Z Flip8 mendapatkan Now Brief yang dapat memberikan ringkasan informasi secara personal melalui FlexWindow. Pengguna juga dapat memanfaatkan Photo Assist untuk membantu mengedit foto menggunakan instruksi berbasis teks.
Kombinasi hardware dan software menjadi bagian penting dari generasi terbaru ini. Performa yang lebih tinggi memungkinkan pemrosesan AI lebih kompleks, sementara fitur AI membantu mengurangi sejumlah langkah dalam aktivitas pengguna.
Layakkah Pengguna Generasi Sebelumnya Upgrade?
Dengan berbagai peningkatan tersebut, keputusan untuk beralih ke Galaxy Z8 Series tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.
Pengguna Galaxy Z Fold7 yang menginginkan peningkatan pada kamera, performa, layar, baterai, RAM, penyimpanan maupun fitur AI memiliki sejumlah alasan untuk mempertimbangkan Galaxy Z Fold8 Ultra.
Sementara pengguna Galaxy Z Flip7 dapat mempertimbangkan Galaxy Z Flip8 jika menginginkan perangkat yang lebih ringan dan tipis, performa lebih tinggi, kamera yang diperbarui serta pengalaman Galaxy AI yang lebih terintegrasi.
Namun, pengguna yang masih merasa perangkat generasi sebelumnya sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari tentu tidak harus melakukan upgrade.
Pada akhirnya, Galaxy Z8 Series menunjukkan bahwa perkembangan smartphone lipat tidak hanya berbicara soal spesifikasi yang lebih tinggi. Samsung juga berupaya menyempurnakan pengalaman penggunaan melalui desain, kamera, performa, layar, baterai dan kecerdasan buatan.
Upgrade menjadi lebih masuk akal ketika perubahan tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam cara pengguna bekerja, membuat konten maupun menikmati hiburan setiap hari.








Discussion about this post