JAKARTA, ALINEA62— Smartphone kini tak lagi hanya digunakan untuk berkomunikasi. Dalam satu hari, pengguna bisa berpindah dari chat, kalender, mencari informasi, membuat konten hingga mengedit foto. Kondisi ini mendorong perangkat untuk semakin mampu mengikuti pola aktivitas penggunanya.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus Samsung lewat Galaxy Z8 Series. Generasi terbaru smartphone lipat ini membawa pembaruan perangkat keras sekaligus pengalaman Galaxy AI yang semakin terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari.
Samsung menghadirkan pendekatan berbeda pada tiga perangkatnya, yakni Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8.
Pada Galaxy Z Fold8, Samsung menghadirkan Now Nudge yang dirancang untuk memahami konteks yang sedang tampil di layar dan memberikan rekomendasi tindakan.
Misalnya, ketika pengguna sedang membahas sebuah agenda melalui percakapan, fitur tersebut dapat memberikan saran untuk melanjutkan aktivitas, termasuk membuka Kalender melalui Multi Window.
Konsep ini membuat pengguna tak harus keluar dari aktivitas yang sedang dilakukan hanya untuk membuka aplikasi lain.
Layar besar Galaxy Z Fold8 juga mendukung kebutuhan multitasking. Pengguna dapat menjalankan beberapa aktivitas dalam satu ruang kerja, mulai dari berkomunikasi hingga menyusun rencana perjalanan.
Bagi pengguna yang aktif di media sosial, proses membuat konten tidak berhenti setelah mengambil foto atau video. Masih ada tahap memilih, mengedit, hingga membagikannya. Galaxy Z8 Series membawa fitur berbasis AI untuk membantu proses tersebut.
Salah satunya My FanCam pada Galaxy Z Fold8. Fitur ini memungkinkan pengguna memilih seseorang dalam video dari Galeri, kemudian sistem melakukan reframing secara otomatis untuk menjaga fokus pada subjek yang dipilih.
Ada pula Photo Assist yang memungkinkan pengguna melakukan penyuntingan menggunakan perintah atau prompt. Pengguna cukup menjelaskan perubahan yang diinginkan dan Galaxy AI akan membantu menghasilkan penyuntingan tersebut.
Dengan demikian, proses create-edit-share yang biasa dilakukan pengguna media sosial dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Berbeda dari Fold8, Galaxy Z Flip8 mengandalkan FlexWindow untuk menghadirkan pengalaman yang lebih ringkas.
Layar luar tersebut memungkinkan pengguna melihat informasi dan mengakses sejumlah fungsi tanpa harus membuka perangkat.
Salah satunya Now Brief yang memberikan ringkasan informasi berdasarkan rutinitas, minat, dan kebutuhan pengguna. Informasi seperti cuaca dan jadwal dapat ditampilkan melalui FlexWindow.
Galaxy Z Flip8 juga membawa kemampuan Gemini Intelligence yang dapat diakses dari FlexWindow untuk membantu menjalankan aktivitas tertentu melalui perintah suara maupun tombol samping.
Konsepnya sederhana: pengguna bisa melihat informasi, memahami konteks, kemudian melakukan tindakan tanpa harus selalu membuka ponsel.
Berbagai kemampuan tersebut ditopang perangkat keras yang diperbarui.
Galaxy Z Fold8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan dukungan CPU, GPU, dan NPU untuk menangani multitasking, konsumsi konten, serta berbagai pengalaman Galaxy AI.
Samsung juga menyediakan dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga tujuh generasi pada Galaxy Z Fold8.
Sementara Galaxy Z Flip8 disebut mengalami peningkatan performa dibandingkan generasi sebelumnya. CPU meningkat 30 persen, GPU 25 persen, sedangkan performa AI melalui NPU naik 41 persen dibanding Galaxy Z Flip7.
Perkembangan smartphone lipat pun kini tidak hanya soal layar yang bisa dilipat atau bodi yang semakin tipis. Kemampuan perangkat memahami konteks dan membantu aktivitas pengguna menjadi bagian penting dari evolusi tersebut.
Samsung menyebut Galaxy Z8 Series dikembangkan berdasarkan tujuh generasi inovasi foldable dan pengalaman pengguna.
Galaxy Z Fold8 lebih diarahkan untuk kebutuhan multitasking, produktivitas, dan kreativitas dengan layar besar. Sementara Galaxy Z Flip8 mengedepankan perangkat yang ringkas dengan akses cepat melalui FlexWindow.
Dengan integrasi Galaxy AI tersebut, Samsung mencoba membawa smartphone dari sekadar alat untuk menjalankan perintah menjadi perangkat yang lebih mampu memahami konteks aktivitas pengguna.
Bagi pengguna yang dalam satu hari harus bekerja, belajar, berkomunikasi sekaligus membuat konten, pendekatan ini membuat AI semakin dekat dengan aktivitas harian.








Discussion about this post