TARAKAN, ALINEA62 – Direktur Universitas Terbuka (UT) Tarakan, Jeji Muhamad Najib, menitipkan pesan khusus kepada ratusan Mahasiswa Baru (Maba) agar menempuh pendidikan dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas. Menurutnya, kesuksesan yang diraih melalui cara-cara yang benar akan memiliki nilai lebih dibandingkan keberhasilan yang diperoleh lewat jalan pintas.
Pesan tersebut disampaikan Jeji saat membuka Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di Gedung BPK Kalimantan Utara, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan itu diikuti 350 mahasiswa baru, sementara 270 mahasiswa lainnya dijadwalkan mengikuti OSMB gelombang kedua pada 29 Agustus mendatang.
“Dalam menempuh perjalanan akademik hingga meraih cita-cita dan kesuksesan, tempuhlah dengan cara-cara yang baik, jujur, dan berintegritas. Tidak ada kesuksesan sejati yang diraih secara instan atau melalui jalan pintas yang tidak terpuji,” tegas Jeji.
Selain menanamkan nilai integritas, Jeji juga mengingatkan mahasiswa baru agar bijak memanfaatkan media sosial. Menurutnya, mahasiswa sebagai insan terdidik harus mampu menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, memperluas wawasan, dan membangun jejaring yang bermanfaat.
“Gunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, menambah wawasan, dan membangun jejaring yang positif, bukan untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jeji menjelaskan bahwa OSMB merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal sistem pembelajaran di Universitas Terbuka. Berbeda dengan perguruan tinggi konvensional, mahasiswa UT dituntut menjadi pembelajar mandiri karena menerapkan sistem pendidikan tinggi terbuka dan pendidikan tinggi jarak jauh.
Ia menjelaskan, konsep pendidikan terbuka memungkinkan siapa saja melanjutkan pendidikan tanpa dibatasi usia maupun tahun kelulusan, selama memenuhi syarat minimal lulusan SMA atau sederajat.
Mahasiswa UT Tarakan pun berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Utara, seperti Tarakan, Nunukan, hingga Krayan. Bahkan, banyak pekerja migran Indonesia (PMI) di Sabah, Malaysia, yang telah menjadi mahasiswa UT Tarakan. Ke depan, UT Tarakan juga menargetkan dapat melayani mahasiswa dari Brunei.
“Semua memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui UT, termasuk saudara-saudara kita yang bekerja di luar negeri,” katanya.
Jeji menambahkan, setelah mengikuti OSMB, mahasiswa akan dibekali melalui program Layanan Pendukung Keberhasilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ). Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan sistem belajar mandiri, termasuk memahami teknik mempelajari modul yang jumlahnya cukup banyak.
“Mahasiswa UT harus memiliki semangat belajar yang tinggi. Modul yang diterima bisa mencapai ribuan halaman dalam satu semester. Karena itu, mereka harus memahami strategi belajar yang tepat agar mampu menyelesaikan perkuliahan dengan baik,” pungkasnya.








Discussion about this post