TARAKAN, ALINEA62–Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, mengungkapkan mekanisme penyaluran Beasiswa Khusus Pemprov Kaltara tahun 2026 berubah. Mahasiswa tidak lagi mendaftar melalui jalur umum, melainkan akan diseleksi langsung oleh masing-masing perguruan tinggi yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi.
Perubahan skema tersebut merupakan dampak efisiensi anggaran, sehingga alokasi Beasiswa Khusus Kaltara tahun ini tersisa Rp5 miliar.
Hal itu disampaikan Supa’ad saat mengikuti kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kaltara ke Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kamis (16/7/2026).
“Karena ada efisiensi anggaran menjadi tinggal Rp5 miliar, format pemberian beasiswa sekarang langsung ke kampus melalui kerja sama (MoU) antara pemerintah provinsi dengan universitas,” kata Supa’ad.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut melibatkan tiga perguruan tinggi di Kalimantan Utara, yakni Universitas Borneo Tarakan (UBT), Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Kaltara (Unikal). Nantinya, setiap kampus akan melakukan seleksi internal dan mengusulkan mahasiswa yang dinilai memenuhi persyaratan sebagai penerima beasiswa.
Menurut Supa’ad, mekanisme ini diharapkan membuat penyaluran beasiswa lebih tepat sasaran karena kampus dinilai lebih memahami kondisi akademik maupun kebutuhan mahasiswanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UBT, Etty Wahyuni, mengatakan UBT telah menerima informasi awal mengenai pelaksanaan program tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, UBT diperkirakan memperoleh kuota sekitar 300 mahasiswa dengan nilai beasiswa sekitar Rp3,25 juta per mahasiswa atau total sekitar Rp1 miliar.
Namun, UBT masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kaltara sebelum membuka proses seleksi.
“Kami masih menunggu Juknis resmi dari Biro Kesra Provinsi Kaltara terkait persyaratan, seperti ketentuan minimal IPK, batas semester, maupun kriteria lainnya. Setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani dan Juknis diterbitkan, barulah proses seleksi internal kampus dapat dilaksanakan,” ujar Etty.













Discussion about this post