TARAKAN, ALINEA62– Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tarakan menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Akun Facebook bernama Binaria Cubby mengunggah foto paket makanan yang disebut hanya berisi tempe, singkong, dan pisang, serta ayam yang dikemas menggunakan plastik biasa. Desas-desus menyebutkan pembagian tersebut terjadi di SD 042.
Unggahan itu memicu perdebatan di kalangan netizen yang mempertanyakan kelayakan isi maupun kemasan makanan yang dibagikan. Menanggapi hal tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Juata Laut buka suara. Kepala SPPG, Maulana Malik Ibrahim, menjelaskan bahwa pada hari yang dipersoalkan terdapat dua jenis paket menu yang dibagikan.
Untuk peserta didik, menu yang diberikan terdiri dari ayam ungkep, tempe ungkep, singkong kukus, dan buah pisang. “Sementara untuk kelompok B3 (Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Balita), menu yang diberikan lebih lengkap yakni ayam ungkep, tempe ungkep, singkong kukus, telur rebus, susu, roti, serta buah pisang,” jelasnya dikonfirmasi melalui telepon, Senin (23/2/2026).
Terkait persoalan kemasan yang ramai dibicarakan, ia menerangkan bahwa seharusnya makanan dikemas menggunakan plastik vakum untuk menu ungkepan. Namun saat itu stok plastik vakum sedang habis sehingga digunakan plastik gula sebagai alternatif “Perbedaan yang menjadi sorotan lebih kepada tampilan visual atau kemasan. Secara substansi, isi menu tetap sesuai standar yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Meski demikian, pihak SPPG memastikan tetap mengedepankan kualitas dan standar gizi dalam setiap penyajian program MBG. Kejadian ini, kata dia, juga akan menjadi bahan evaluasi agar kejadian tidak berulang. Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG di Tarakan, Dewi, enggan memberikan komentar lebih jauh. “Biar SPPG dulu yang jawab,” singkatnya.













Discussion about this post