TARAKAN, ALINEA62– Menjelang libur Lebaran 2026, harapan masyarakat Kalimantan Utara terhadap pembukaan rute kapal penumpang langsung Tarakan–Surabaya kembali menguat. Lonjakan kebutuhan mudik serta harga tiket pesawat yang dinilai masih tinggi membuat transportasi laut dianggap sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan fleksibel, terutama bagi penumpang yang membawa banyak barang.
Namun, hingga saat ini rute langsung tersebut belum dapat direalisasikan. Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, menjelaskan pihaknya masih mengikuti pola trayek yang telah ditetapkan kantor pusat bersama Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, keterbatasan armada menjadi faktor utama belum dibukanya rute langsung Tarakan–Surabaya. “Armada yang kami operasikan saat ini belum ada penambahan. Jika rute diperpanjang sampai Surabaya, waktu tempuh akan semakin panjang dan perputaran kapal menjadi lebih lama,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, perpanjangan rute berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan kapal ke Tarakan dan bisa mengganggu pola pelayanan yang sudah berjalan.
Sebagai solusi sementara, Pelni tetap mengarahkan penumpang untuk transit di Balikpapan. Dari Tarakan, masyarakat dapat menggunakan KM Lambelu atau KM Bukit Siguntang menuju Balikpapan, lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan kapal lanjutan seperti KM Dobonsolo yang jadwalnya telah terkoneksi. “Skema ini sudah cukup lama berjalan dan sebagian besar masyarakat sudah memahami mekanismenya. Biasanya kapal dari Tarakan tiba malam hari di Balikpapan, lalu paginya ada kapal lanjutan ke Surabaya,” jelasnya.
Meski demikian, aspirasi pembukaan rute langsung disebut telah disampaikan ke kantor pusat. Keputusan akhir berada di tingkat manajemen pusat dan kementerian.
“Kalau nantinya ada kebijakan pembukaan rute, kami siap melayani. Untuk saat ini, kami masih mengikuti skema yang berlaku,” tutupnya.








Discussion about this post