TARAKAN, ALINEA62– Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membekali mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) dengan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui program Inisiatif Generasi Terkoneksi (GENsI), Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Rektorat UBT Lantai 4 itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama UBT Rukisah, S.Pi., M.P., Ph.D., ESG Principal Nokia Indonesia Hendri Widjaja, Sales Business Operations Manager Nokia Indonesia Indry Nugraha, serta SVP Head of Region Kalimantan IOH Sugiyanto.
Sugiyanto mengatakan, penguasaan teknologi AI menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, termasuk mahasiswa di wilayah perbatasan seperti Tarakan.
“Kami ingin generasi muda memiliki bekal keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman. GENsI menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus memperdalam pemanfaatan AI, baik untuk kebutuhan akademik maupun dunia kerja,” ujar Sugiyanto.
Melalui program GENsI, Indosat menargetkan sekitar 10.000 peserta di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Peserta tidak hanya memperoleh pembekalan secara langsung di kampus, tetapi juga mendapatkan pendampingan lanjutan melalui kelas daring guna memperluas pemahaman terkait teknologi AI.
Dalam pelaksanaannya, IOH menggandeng sejumlah mitra strategis, mulai dari kalangan akademisi hingga perusahaan teknologi global seperti Nokia Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas materi dan pengalaman belajar peserta.
Sugiyanto menegaskan, Tarakan memiliki peran strategis dalam upaya pemerataan kontribusi digital di luar Pulau Jawa. Menurut dia, komitmen Indosat dalam mendukung pengembangan teknologi di Kalimantan Utara telah dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satunya melalui penerapan Internet of Things (IoT) pada sektor perikanan dan tambak yang telah berjalan beberapa tahun terakhir. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelaku usaha di daerah pesisir.
Selain itu, Indosat juga mengembangkan program Sekolah Digital yang menyasar institusi pendidikan tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Program tersebut bertujuan membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang lebih modern dan inklusif sejak dini.
“Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Indosat berharap dapat melahirkan talenta digital baru dari wilayah perbatasan yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.












Discussion about this post