TANA TIDUNG, ALINEA62 – Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Utara (Kaltara) menjadikan peringatan HUT ke-28 sebagai momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kerja nyata untuk masyarakat.
Ketua DPW PAN Kaltara, Ibrahim Ali, meminta seluruh kader, pejabat publik, dan anggota legislatif dari PAN tidak terjebak pada pola politik musiman, terutama hanya aktif menjelang momentum pemilu.
Menurut Ibrahim, keberhasilan partai tidak cukup diukur dari banyaknya kader yang hadir dalam kegiatan politik. Ukuran utamanya adalah seberapa banyak persoalan masyarakat yang mampu diselesaikan.
“Ukuran keberhasilan PAN bukan berapa banyak kader yang hadir di kegiatan politik, tapi berapa banyak persoalan rakyat yang berhasil kita selesaikan,” tegas Ibrahim.
Ia mengatakan Kaltara sebagai daerah perbatasan masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait konektivitas dan akses pelayanan dasar di wilayah pedalaman.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kaltara yang mencapai 4,56 persen pada 2025 dan 5,23 persen pada triwulan I 2026 dinilai harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Karena itu, PAN Kaltara mendorong sejumlah program yang berorientasi pada kebutuhan warga. Di antaranya mengawal percepatan pembangunan jalur penghubung antarwilayah untuk mendukung transportasi, perdagangan, dan jasa.
PAN juga mendorong pembukaan ruang usaha baru, pendampingan pelaku usaha kecil, serta penguatan akses pendidikan dan kesehatan hingga kawasan pedesaan.
Untuk memperkuat struktur partai, PAN Kaltara saat ini menuntaskan kepengurusan DPD periode 2025-2030 di seluruh kabupaten dan kota.
“Kami menargetkan pembentukan 9 ribu relawan PAN di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara hingga akhir tahun 2026,” ujar Ibrahim.
Selain konsolidasi, PAN Kaltara menyiapkan sistem pelaporan kinerja legislatif berbasis aspirasi masyarakat. Sistem tersebut akan digunakan untuk memantau kinerja 2 anggota DPRD Provinsi dan 10 anggota DPRD kabupaten/kota dari PAN.
Ibrahim meminta para legislator PAN tidak sekadar menampung aspirasi saat reses, tetapi memastikan aspirasi tersebut dikawal hingga menghasilkan kebijakan atau solusi.
“Tinggalkan pemikiran bahwa suara rakyat bisa didapat dengan cara pragmatis menjelang pesta demokrasi saja. Kebiasaan menunggu aspirasi datang sekarang harus berubah menjadi menjemput aspirasi setiap hari,” katanya.
Ibrahim menegaskan PAN Kaltara akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Namun, sikap kritis partai, kata dia, akan tetap dibangun berdasarkan data dan diarahkan pada penyelesaian persoalan masyarakat.









Discussion about this post