TARAKAN, ALINEA62 – Stand Bone Wanuakku meraih predikat Terbaik 1 dalam Pekan Kebudayaan Kota Tarakan (PKD) 2026 yang berlangsung pada 18-24 Agustus 2026. Keberhasilan itu diraih melalui konsep stand yang memadukan tradisi, kuliner, wastra, dan kerajinan khas dalam satu sajian budaya.
Stand tersebut tidak hanya mengandalkan tampilan dekorasi, tetapi juga menghadirkan suasana budaya melalui konsep mappacci, salah satu tradisi dalam masyarakat Bugis. Area budaya ditata menyerupai suasana prosesi mappacci calon pengantin Bugis Bone, lengkap dengan konsep pelayanan kepada tamu.
Sementara itu, area lainnya diisi beragam kuliner dan wastra. Pengunjung dapat menemukan kue-kue khas seperti barongko, onde-onde, beppa cella, bolu peca, sikaporo, cucuru tello, serta hidangan nasi likku ayam kampung dan buras khas Bone.
Kerajinan khas juga menjadi bagian dari stand, salah satunya songkok recca atau yang dikenal sebagai Songkok To Bone.
Ketua Ikatan Wanita Keluarga Bone (IWK Bone), Hajrah, mengatakan persiapan keikutsertaan dalam PKD dilakukan secara bersama-sama. IWK Bone bersama KPM membentuk tim kerja untuk mengoordinasikan konsep, dekorasi, kuliner hingga kerajinan yang akan ditampilkan.
“Kami saling berkomunikasi dan membentuk kerabat kerja untuk mengoordinasikan segala persiapan. Termasuk menentukan tema, jenis kuliner dan kerajinan yang akan ditampilkan,” kata Hajrah.
Menurutnya, konsep dekorasi sengaja memadukan nuansa tradisional dan modern agar tetap menarik tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Stand kami dibagi menjadi dua area, yakni area kuliner dan wastra serta area budaya yang menampilkan mappacci sekaligus area pelayanan seperti layaknya acara mappacci calon pengantin Bugis,” ujarnya.

Hajrah menyebut menjamu pengunjung menjadi bagian penting dalam konsep stand. Berbagai makanan khas disediakan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang.
“Menjamu tamu yang berkunjung di stand merupakan suatu kebahagiaan bagi kami,” katanya.
Selain menyajikan budaya dan kuliner, Stand Bone Wanuakku juga mendapat perhatian dari Wali Kota Tarakan. Saat berkunjung, wali kota disebut tertarik dengan songkok recca yang dipamerkan dan kemudian membelinya.
“Alhamdulillah, Wali Kota Tarakan terpikat dengan songkok recca khas Bone dan membelinya,” tutur Hajrah.
Ia menilai predikat Terbaik 1 tidak terlepas dari kekompakan seluruh keluarga besar Bone di Kota Tarakan. Menurutnya, kemewahan, kerapian, kebersamaan serta konsep penyajian budaya menjadi kekuatan yang ditampilkan selama PKD.
“Budaya, kuliner dan kerajinan sangat terwakili di stand kami. Keluarga besar Bone semua kompak dalam memajukan paguyuban dan mendukung program Pemerintah Kota Tarakan,” pungkasnya.
Predikat tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong generasi muda agar ikut terlibat dalam melestarikan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.













Discussion about this post