TARAKAN, ALINEA62– Paguyuban Warga Ronggolowe Tuban-Tarakan (Pagar Rotan) merayakan hari lahir (Harlah) ke-1 melalui tasyakuran yang digelar di Gang Belibis, RT 15, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (12/7/2026). Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan warga asal Tuban yang kini bermukim di Kota Tarakan.
Perayaan dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, bersama tokoh masyarakat, sesepuh, Ketua RT 15, dan anggota paguyuban. Suasana kekeluargaan mewarnai kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban.
Dalam sambutannya, Supa’ad menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi utama membangun komunitas yang kuat. Menurutnya, persatuan hanya dapat terwujud jika hubungan antarsesama terus dipelihara.
“Kalau kita mau kuat, kita harus bersatu. Kalau kita mau bersatu, ujungnya adalah silaturahmi. Jadi kalau kita ingin kuat dan menang, kita harus terus menjaga persatuan melalui silaturahmi,” ujarnya.
Politikus Partai NasDem itu mengatakan membangun sebuah paguyuban bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, disertai komitmen seluruh anggota agar organisasi dapat terus berkembang.
“Memulai sesuatu itu yang paling sulit. Membentuk paguyuban, membangun rumah, maupun memulai usaha semuanya membutuhkan keberanian. Ketika kita berani memulai, itu sudah 50 persen menuju keberhasilan,” katanya.
Ia pun mengapresiasi Ketua Pagar Rotan Suhadi beserta seluruh pengurus yang dinilai berhasil meletakkan fondasi organisasi dalam satu tahun terakhir.
Menurutnya, usia satu tahun memang masih sangat muda, namun perkembangan paguyuban menunjukkan arah yang positif.
“Jangan berhenti di sini. Terus berjalan, meski setapak demi setapak,” ucapnya.
Supa’ad juga mengingatkan agar Pagar Rotan tidak hanya mengejar banyaknya anggota, melainkan mengutamakan kualitas kebersamaan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Kalau paguyuban ini memberikan manfaat bagi warga Tuban, insya Allah yang lain akan datang dengan sendirinya untuk bergabung,” tuturnya.
Selain memperkuat solidaritas sesama perantau, Supa’ad mengajak warga Tuban tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat dari berbagai daerah yang tinggal di Tarakan.
“Kita datang dari tanah Jawa, tetapi di sini kita memiliki saudara dari Sulawesi, NTB, Sumatera, dan daerah lainnya. Prinsipnya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya.
Ia juga berpesan kepada pengurus paguyuban agar selalu melibatkan para sesepuh dan anggota dalam setiap pengambilan keputusan. Seorang pemimpin, menurutnya, harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.
“Hati seorang pemimpin harus seluas lautan, mampu menerima berbagai masukan dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Supa’ad turut menegaskan komitmennya sebagai anggota DPRD untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Ia menyebut setiap kegiatan kedewanan yang menggunakan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.
“Lembaga DPR akan baik kalau anggota DPR-nya juga berbuat baik. Semakin dekat dengan rakyat, semakin sering mendengar aspirasi, insya Allah kepercayaan masyarakat akan meningkat,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Supa’ad mengucapkan selamat atas hari lahir pertama Pagar Rotan dan berharap paguyuban tersebut terus menjadi wadah persaudaraan yang memberikan manfaat bagi warga Tuban maupun masyarakat Kota Tarakan.
“Selamat ulang tahun Pagar Rotan. Sekali layar terkembang, pantang surut kita ke belakang,” pungkasnya.












Discussion about this post